Sebagai pihak petahana, Jokowi seharusnya bisa melakukan kampanye dengan mengedepankan keberhasilan yang sudah dicapai selama ini, bukan malah bersikap 'ofensif'.
- Wahyu
- Rabu, 06 Februari 2019 - 09:31 WIB
WowKeren - Semakin mendekati Pilpres 2019, masing-masing Paslon juga semakin gencar berupaya mendapatkan simpati rakyat sebanyak-banyaknya. Angka elektabilitas sangat penting untuk menunjukkan seberapa besar peluang masing-masing Paslon untuk dipilih saat gelaran Pilpres nanti.
Saling serang seakan menjadi hal yang biasa dalam kampanye yang semakin memanas. Bahkan, Jokowi yang biasa menunjukkan kesan halus dalam pidatonya kini dinilai lebih "ofensif" terhadap lawan politiknya.
Belum lama ini Jokowi dalam pidatonya beberapa kali terlihat membuat pernyataan yang bersifat 'menyerang' kubu Prabowo. Meskipun ia menganggap bahwa itu bukan masalah, namun berbeda dengan kubu Prabowo.
Juru Kampanye Badan Nasional Pemenangan (BPN) Prabowo-Sandiaga, Ahmad Riza mengatakan strategi menyerang yang dilancarkan oleh Jokowi menunjukkan bahwa kubunya saat ini sedang khawatir dengan angka elektabilitas yang tak kunjung naik.
Riza menilai bahwa bukannya menarik simpati rakyat, hal itu justru akan menunjukkan siapa sebenarnya Jokowi. Sehingga Riza menyebut bahwa hal tersebut menunjukkan tanda-tanda kekalahan Jokowi.
"Itu tidak menghasilkan simpati, bahkan masyarakat jadi tahu sebetulnya siapa Pak Jokowi," ujar Riza di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/2). "Ini tanda-tanda kekalahan Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf."
Berbeda dengan Prabowo, Jokowi telah mendapat kesempatan untuk memimpin Indonesia selama empat tahun sebelumnya. Oleh sebab itu, presiden sebagai kubu petahana seharusnya dapat melakukan kampanye dengan lebih elegan. Misalnya dengan mengedepankan keberhasilan apa saja yang telah dicapai oleh pemerintah selama ini.
Sedangkan yang ditunjukkan Jokowi justru sikap yang "ofensif". Riza memandang sikap Jokowi yang seperti muncul lantaran apa yang dikerjakan oleh kubu tersebut tak kunjung membuahkan hasil.
"Tapi kalau petahana menyerang itu berarti ada tanda-tanda," terang Riza. "Bahwa apa yang dikerjakan selama ini tidak berhasil."
Untuk itu, Riza mengangap bahwa akan lebih baik jika Jokowi mampu menjalankan tugas sesuai amanah. Bukan hanya janji-janji, tapi mantan Walikota Surakarta tersebut juga harus bisa memberikan bukti nyata.
"Saran saya selesaikan tugas dengan baik," tutur Riza. "Jadilah pemimpin yang amanah yang bertanggung jawab, jangan banyak janji lebih baik buktikan."
(wk/wahy)