Sandiaga membantah tudingan Jokowi yang mengatakan bahwa kubunya memakai konsultan asing, dengan membeberkan siapa konsultan mereka sebenarnya.
- Wahyu
- Rabu, 06 Februari 2019 - 13:10 WIB
WowKeren - Tudingan Presiden Joko Widodo alias Jokowi terhadap lawan politiknya berbuntut panjang. Dalam pidatonya belum lama ini, Jokowi menyebut bahwa kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menggunakan jasa konsultan asing. Pemakaian konsultan asing tersebut, dikatakan Jokowi, mampu menimbulkan perpecahan di kalangan masyarakat.
Terkait hal ini, tentu saja Cawapres Sandiaga membantah dengan tegas. Ia mengatakan bahwa tuduhan tersebut sama sekali tidak benar sebab ia dan Prabowo tidak pernah menggunakan jasa konsultan asing.
"Saya ditanya, 'Pak Sandi pakai konsultan asing nggak?'", kata Sandiaga di Kebayoran Baru, Selasa (5/2). "Memang tidak pernah kami pakai konsultan asing."
Justru, Sandiaga mendapatkan konsultan untuk kampanye dari 1.180 tempat yang sudah dikunjunginya. Tak lain tak bukan, Sandiaga menyebut bahwa rakyat adalah konsultan terbaik mereka.
"Kami mendapatkan masukan justru masukan itu dari 1.180 titik yang sudah kami kunjungi di Indonesia," lanjut mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu. "Justru itu konsultan kami yang terbaik."
Dengan mengunjungi lebih dari seribu titik di Indonesia, Sandiaga mampu melihat secara langsung kondisi rakyat. Sehingga, ia bisa lebih memahami apa yang sejatinya menjadi permasalahan masyarakat.
Sandiaga menilai bahwa data-data terbaik yang ia dapat justru berasal dari rakyat. Selain mendengarkan keluhan, ia juga mendapat banyak masukan langsung dari masyarakat sehingga ia tahu apa yang perlu dilakukan ke depannya untuk membenahi semua itu.
Tak hanya masalah lapangan kerja, ada sederet masalah masyarakat yang akan menjadi PR bagi Prabowo-Sandiaga jika menjabat sebagai presiden dan wakil presidne nantinya. Seperti kebijakan impor yang merugikan petani dan juga kestabilan harga.
"Data-data terbaik kami itu dari rakyat," tutur Sandiaga. "Rakyat sampaikan 'pak tolong pak jangan impor saat panen, pak tolong pupuk dilancarin, pak tolong pak lapangan kerja diciptakan, pak tolong pak harga harga dibuat stabil jangan naik turun memberatkan kami'."
Sandiaga menilai animo masyarakat terhadap perubahan semakin tinggi. Oleh sebab itu, ia sangat optimis untuk bisa mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Bahkan belum lama ini, ia mengeklaim bahwa elektabilitasnya semakin meningkat terhadap Jokowi-Ma'ruf hingga hanya menyisakan satu digit selisih angka.
(wk/wahy)