Prabowo Jawab Tudingan Soal Dirinya Tak Mengerti Ekonomi Makro
Instagram/indonesiaadilmakmur
Nasional

Prabowo menegaskan bahwa dirinya paham betul dengan angka-angka ekonomi sehingga ia mengerti permasalahan Indonesia saat ini.

WowKeren - Perseteruan selama masa kampanye adalah hal yang tak dapat dihindarkan. Tudingan pun saling dilemparkan oleh kedua kubu. Seperti beberapa lalu ketika calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dituding bahwa dirinya tidak paham dengan ekonomi makro.

Terkait hal ini, Prabowo memberikan klarifikasi. Prabowo menegaskan bahwa dirinya sangat paham betul masalah perekonomian di Indonesia.

Dalam ilmu ekonomi, memang akan selalu bermain dengan angka-angka. Prabowo mengatakan bahwa dirinya mampu memahami angka-angka tersebut. Yang mana menurut Prabowo, ekonomi Indonesia saat ini tidak dalam kondisi baik sehingga akan memberikan dampak pada masyarakat.

Mantan Danjen Kopassus tersebut menegaskan bahwa apa yang ia sampaikan berangkat dari data-data yang diperoleh di lapangan. Data tersebut kemudian ia tuangkan dalam bukunya yang berjudul "Paradoks Indonesia".

"Angka-angkanya menunjukkan apa yang saya sampaikan," tegas Prabowo. "Dan saya menulis dalam buku, dan sudah beredar."


Setiap tahun, pemerintah membuat yang namanya rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Adapun APBN ini dibuat satu tahun sebelumnya sehingga dalam perancangannya, pemerintah dihadapkan pada ketidakpastian kondisi ke depannya.

Prabowo menilai bahwa dalam praktiknya, APBN mengalami kebocoran . Kebocoran ini tak lain disebabkan karena maraknya praktik korupsi di kalangan para pejabat negara.

Jumlah kebocoran ini tak bisa dibilang sedikit. Padahal, jika uang tersebut tidak disalahgunakan, Prabowo menyebut akan bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi bangsa Indonesia.

"Uang yang hilang ini," ujar Prabowo. "Kalau kita pakai untuk kesejahteraan dan ekonomi kita, bayangkan apa yang bisa kita buat."

Prabowo mengatakan bahwa dirinya juga telah membahas hal ini dengan pakar industri. Menurutnya, Indonesia bisa membangun kurang lebih 200 pabrik. Dengan banyaknya pabrik, maka hal ini akan berimbas pada peningkatan hasil produksi. Sehingga, Prabowo menganggap bahwa Indonesia akan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri tanpa harus mengimpor dari negara lain.

"Saya bicara dengan pakar industri, kurang lebih kita bisa bangun minimal 200 pabrik yang sangat penting," jelas Prabowo. "Sehingga kita menciptakan begitu banyak produk-produk di Indonesia, tidak pakai impor-impor lagi."

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait