Sandiaga Uno mengaku tak masalah jika dituding anak mami, menurutnya peran Ibu sangatlah penting untuk kesuksesan seseorang.
- Silmi Amalia Fidareni
- Rabu, 13 Februari 2019 - 12:17 WIB
WowKeren - Nama ibu kandung Sandiaga Uno tengah menjadi perbincangan. Pasalnya, Ibunda Sandiaga, yakni Mien Uno mengaku ingin menantang pihak yang menyebut putranya sebagai "Sandiwara Uno".
Terkait dengan tantangan ibu Sandiaga tersebut, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) lantas memberikan kritikan. PSI menyebut mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu sebagai seorang anak mami.
"Selama ini Sandiaga Uno memang bermain sandiwara, dari yang katanya diusir, ada yang nangis-nangis, bertemu nelayan yang katanya dipersekusi," terang Ketua DPP PSI, Guntur Romli, pada Selasa (12/2). "Tapi kalau ibunya Sandi tidak mau terima dengan tagline 'Sandiwara Uno'," ujar Guntur. "Kita ganti saja dengan 'Sandiwara Anak Mami'."
Terkait dengan sebutan anak mami tersebut, Sandiaga justru tak naik pitam. Calon Wakil Presiden nomor urut 02 ini justru mengakui jika dirinya memang anak mami. Sandiaga juga menyebut jika peran sang ibu sangatlah penting bagi kesuksesannya.
"Karena bagi seorang ibu itu apapun buat anaknya dia pasti akan membela itu sudah sangat manusiawi," terang Sandiaga, di Jalan Hang Tuah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Rabu (13/2). "Saya ini begini karena ibu saya. Ibu saya usianya 77 tahun, saya diajarin dari kecil sampai sekarang ya saya memang anak ibu saya. Jadi kalau dibilang, kalau dituduh yang macem-macem, ya saya dengan bangga bahwa saya emang anak ibu saya."
Alasan Sandiaga tak mengambil pusing ejekan soal anak mami ini ternyata disebut lantaran urat bapernya sudah putus. "Saya urat bapernya udah putus. Nggak ada saya, Nggak baper. Kalau dikatain anak mami, memang anak mami. Masa anak tetangga, anak tante, kan nggak," tegas Sandiaga.
Rekan Prabowo Subianto dalam Pemilu 2019 ini menyebutkan bahwa sah-sah saja seharusnya jika ibu dibawa-bawa ke dunia politik. Ia juga menyebut jika ibu menjadi salah satu bagian yang tak terpisahkan dari proses politik. Untuk itu, Sandiaga merasa khawatir jika sang ibu merasa sakit hati usai melakukan hal wajar, yakni membela sang anak.
(wk/silm)