Fadli Zon Sebut Lembaga Survei Sering Meleset: Harusnya Mereka Disuruh Harakiri
Twitter/fadlizon
Nasional

Menurut Fadli Zon, lembaga survei di Indonesia saat ini justru dijadikan sebagai alat kampanye.

WowKeren - Ada sejumlah lembaga survei di Indonesia yang bertujuan untuk memberikan informasi terkait elektabilitas masing-masing Paslon. Sayangnya, hasil masing-masing lembaga survei juga tidak sama.

Wakil DPR RI Fadli Zon menyebut bahwa lembaga survei di Indonesia kurang presisi dalam menghadirkan hasil yang sebenarnya. Ia kemudian menyinggung kembali soal Pilkada DKI Jakarta pada 2017 lalu.


Saat itu, hampir semua lembaga survei menyatakan bahwa pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat (Ahok–Djarot) berpotensi besar untuk menang. Namun yang terjadi adalah, justru meleset jauh dari hasil perkiraan tersebut. Bahkan melebihi angka margin of error.

Fadli menilai bahwa setiap lembaga survei harus memiliki akuntabilitas. Sehingga hasil yang dipaparkan ke publik bisa dipercaya. Sedangkan menurut Fadli yang terjadi di Indonesia justru sebaliknya. Penyimpangan hasil yang tidak sesuai dengan fakta dinilai sangat besar.

"Yang namanya lembaga survei harus ada akuntabilitas," kata Fadli di Jakarta, Selasa (12/2). "Kalau devisiasi (penyimpangan) kesalahannya terlalu besar."

Fadli kemudian menyinggung soal budaya masyarakat Jepang yang disebut harakiri. Harakiri merupakan upaya bunuh diri dengan cara menusuk bagian perut lantaran rasa malu yang sudah tak bisa dibendung lagi akibat sudah kehilangan kehormatan.

"Kalau di Jepang itu harusnya kita kasih samurai," ujar Fadli. "Kita suruh harakiri lembaga survei itu."

Menurut Fadli, para lembaga survei tersebut harusnya merasa malu karena perkiraan mereka meleset jauh dengan fakta yang ada di lapangan. Kesalahan mereka, menurut Fadli, bukan dalam skala kecil namun sudah ratusan persen.

“Malu harusnya," tegas Wakil Ketua Umum Gerindra tersebut. "Karena mereka sudah memprediksi dan kesalahannya ratusan persen."

Karena sudah tak bisa lagi diandalkan akuntabilitasnya, Politikus Gerindra itu menyebut bahwa lembaga survei yang ada di Indonesia saat ini hanya dijadikan sebagai alat kampanye. Sebab, ada lembaga yang memberikan hasil secara terang-terangan maupun secara sembunyi-sembunyi.

"Ya, tapi kita tahu lah lembaga survei di Indonesia sekarang jadi alat kampanye," ungkap Fadli. "Ada yang terang-terangan declare (deklarasi ke kandidat tertentu), ada juga yang sembunyi-sembunyi."

You can share this post!

Related Posts
Loading...