Paspampres Buka Suara Soal Blusukan Jokowi ke Tambak Lorok yang Disebut Tanpa Pengawalan
Instagram/jokowi
Nasional

Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, mengungkap fakta soal kunjungan Jokowi ke Tambak Lorok.

WowKeren - Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Kampung Tambak Lorok, Semarang Utara, pada Sabtu (2/2) lalu tengah banyak dibicarakan. Pasalnya, dalam kunjungan tersebut, Jokowi disebut hadir tanpa pengawalan di tengah malam dan mengejutkan warga setempat.

Menanggapi hal tersebut, Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, pun buka suara. Maruli mengaku bahwa kala itu dirinya turun langsung mengawal Jokowi sekaligus menjadi supir.


"Saya pengamannya sekalian nyupir," jelas Maruli dilansir Merdeka.com, Selasa (19/2). "Enggak mungkin saya lepas juga lah."

Maruli menjelaskan bahwa dirinya kala itu selalu berada di dekat Jokowi. Hanya saja, warga tidak ada yang mengenalinya sebagai Paspampres. "Itulah trik kita," tutur Maruli.

Mendapat kunjungan dari sang Presiden yang tampak datang seorang diri, warga Tambak Lorok pun berusaha untuk menjaga Jokowi. Maruli lantas memberikan apresiasinya dan mengaku terharu dengan sikap para warga.

"Itu bukti rasa hormat masyarakat. Sampai saya juga terharu lho Pak RW bilang (Presiden) lambang negara yang harus kita jaga," jelas Maruli. "Jadi sekarang apa yang perlu ditakutkan walaupun kami selalu standby, kami selalu siap, kami mempunyai plan A, plan B."

Senada dengan pernyataan Maruli, Asintel Komandan Paspampres, Kolonel Kav Urip Prihatman, menegaskan bahwa pihaknya selalu melaksanakan pengamanan secara fisik terhadap Jokowi. Pengamanan tersebut dilakukan secara berlapis dan melibatkan berbagai unsur pengamanan.

"Pada intinya, Paspampres melaksanakan pengamanan secara fisik, langsung, jarak dekat setiap saat dan dimanapun VVIP berada," jelas Urip. "Karena Paspampres bertanggung jawab terhadap keamanan dan keselamatan VVIP."

Sebelumnya, Ketua RW 13 Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara, Ahmad Sueb, sempat mengira Jokowi adalah pekerja proyek dalam blusukan tersebut. Ia juga sempat berperan menjadi "Paspampres" dadakan.

Sueb dan beberapa warga saling berpegangan di belakang Jokowi untuk memberikan pengawalan. Menurut Sueb, Jokowi adalah simbol negara yang perlu dijaga.

You can share this post!

Related Posts
Loading...