Menteri Luhut Ungkap Hubungan Jokowi dan Jusuf Kalla yang Kerap Beda Pendapat
Nasional

Jusuf Kalla diketahui beberapa kali memberikan kritik pada kebijakan pemerintah.

WowKeren - Wakil Presiden Jusuf Kalla diketahui beberapa kali memiliki perbedaan pendapat dengan Presiden Joko Widodo. Jusuf Kalla juga sempat mengkritik pemerintah beberapa waktu terakhir.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, pun angkat bicara. Ia mengungkapkan bahwa hubungan Jokowi dan Jusuf Kalla sangat baik.


"Tidak ada apa-apa, hubungan Wapres dengan Presiden sangat baik," jelas Luhut di kantornya, Rabu (20/2). "Tadi kami bertiga (bertemu) ketawa haha hehe."

Luhut pun meminta agar tidak ada yang berburuk sangka terhadap hubungan Jokowi dan Jusuf Kalla. Meskipun sang Wapres kerap mengkritik pemerintah dan mengeluarkan pernyataan yang seolah-olah membela lawan politik Jokowi di Pilpres 2019.

"Kalian jangan berburuk sangka, pemimpin itu," ujar Luhut. "Wapres dan Presiden itu (hubungannya) sangat baik."

Menurut Luhut, kritik yang kerap dilemparkan oleh Jusuf Kalla merupakan hal yang biasa. Ia bahkan mengibaratkan Wapres dan Presiden sebagai pasangan suami istri yang kerap berbeda pendapat."

"Kamu sudah kawin belum? Kamu dengan istrimu terus-terusan setuju? Enggak kan?" terang Luhut. "Saya sudah 48 tahun kawin sama istri saya, ya bertengkar-tengkar juga. Tapi ya 48 tahun juga. Jadi biasalah kalau ada ya."

Diketahui, Jusuf Kalla juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin. Meski memberikan dukungannya kepada kubu petahana pada Pilpres 2019, Jusuf Kalla tetap memberikan kritik pada pemerintah, salah satunya terkait dengan pembangunan Light Rail Transit (LRT).

Jusuf Kalla sendiri menjelaskan bahwa kritik tersebut merupakan ungkapan jujur yang ia sampaikan apabila ada proyek pemerintah yang dinilai tak sesuai. Hal ini, menurut Jusuf Kalla, demi efisiensi pengerjaan proyek tersebut.

"Saya kalau menganggap sesuatu tidak sesuai ya saya ngomong. Tapi dalam konteksnya perhatikan," terang Jusuf Kalla di kantornya, Selasa (19/2). "Saya sampaikan semua konsultan harus berpikir jernih, jangan membiarkan over invest dari yang tidak seharusnya."

You can share this post!

Related Posts
Loading...