Buni Yani Curhat Satu Sel Dengan Pembunuh dan Pecandu Narkoba di Lapas Gunung Sindur
Nasional

Buni Yani menulis sepucuk surat dari balik jeruji Lapas Gunung Sindur dan menitipkannya pada kuasa hukum.

WowKeren - Buni Yani kini tengah mendekam di Lapas Gunung Sindur, Bogor. Ia resmi ditahan pada Jumat (1/2) lalu atas kasus ujaran kebencian.

Diketahui, Buni Yani harus menjalani hukuman 18 bulan penjara di Lapas tersebut. Penahanannya merupakan tindak lanjut dari penolakan permohonan kasasi oleh Mahkamah Agung (MA).

Dari balik jeruji besi, Buni Yani pun mengungkapkan perasaannya lewat sepucuk surat. Surat tersebut dititipkan kepada kuasa hukumnya, Aldwin Rahadian.

Dalam surat tersebut, tanda tangan Buni Yani dibubuhkan pada Kamis (21/2). Tulisan tangan Buni Yani lantas juga diunggah oleh warganet ke media sosial, salah satunya akun Instagram @k4tahat1.

"Kasus saya penuh ketidakadilan. Saya betul-betul masuk penjara, sekamar kecil terdiri atas 13 orang. Saya sekamar dengan pencandu narkoba dan pembunuh. Sang pembunuh ini mendapat hukuman mati," tulis Buni Yani dalam suratnya. "Tapi apa Ahok pernah kelihatan dipenjara? Ini betul-betul tidak adil."

View this post on Instagram

Bahagia gue bacanya! Selamat menderita didalam sana ya?!! #buniyani #penjarakanbuniyani #buniyaniprovokator #ahoklovers #indonesia


A post shared by MERDEKA💯PERSEN (@k4tahat1) on

Kalapas Gunung Sindur, Sopian, menjelaskan bahwa Buni Yani kini dalam kondisi sehat. Sopian juga mengaku sejauh ini tidak ada keluhan yang datang dari Buni Yani.

"Kondisi beliau mah sehat," jelas Sopian dilansir detikcom, Kamis (21/2). "Dan Alhamdulillah enggak ada keluhan."

Sopian juga memberikan penjelasan mengenai teman sekamar Buni Yani. Menurut Sopian, hampir 95 persen napi yang ditahan di Lapas Gunung Sindur terjerat kasus narkoba.

"Kalau teman sekamarnya yang kasus narkoba, kasus pembunuhan," tutur Sopian. "Ya memang kondisinya di Lapas Gunung Sindur hampir 95 persen kasus narkoba."

Kamar sel yang dihuni oleh Buni Yani sebenarnya hanya berkapasitas 7 orang, namun kini diisi oleh 13 orang. Sopian menjuluki kamar tersebut sebagai "kamar santri".

"Itu kamar beliau kami satukan dengan kamar santri," jelas Sopian. "Kamar yang diisi warga binaan yang sudah mengikuti program pendidikan keagamaan dan ikut juga pengajaran di bidang pesantren di lapas."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!