Ma'ruf Amin Kritik Doa Neno Warisman: Mudah-mudahan Tidak Terkabul
Instagram
Nasional

Ma'ruf menilai bahwa doa semacam itu menunjukkan seolah-olah Indonesia akan berperang, sehingga tak pantas untuk dipanjatkan.

WowKeren - Puisi yang dibacakan oleh Neno Warisman saat malam Munajat 212 masih menjadi perbincangan hangat. Dalam puisinya tersebut, Neno seakan mengancam Tuhan jika salah satu Paslon kalah dalam Pilpres.

Puisinya kian menjadi sorotan, Neno akhirnya buka suara. Ia menjelaskan bahwa puisinya itu sama sekali tidak bermaksud untuk mengancam Tuhan, namun hanya merupakan sebuah doa.

Terkait penjelasan ini, calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin ikut angkat bicara. Ma'ruf menilai bahwa doa tersebut tak layak dipanjatkan oleh Neno mengingat Indonesia tidak sedang memulai perang. Indonesia hanya akan melangsungkan kontestasi Pilpres yang rutin digelar setiap lima tahun sekali.

Ma'ruf mengingatkan publik agar tidak mudah terprovokasi dengan adanya polemik puisi ini. Ia bahkan berharap agar Tuhan tidak mengabulkan doa Neno. Berbeda jika Neno berdoa agar Pilpres berlangsung aman. Ma'ruf mengatakan bahwa doa semacam ini kemungkinan didengar oleh Tuhan.

"Jangan sampai masyarakat terprovokasi, mudah-mudahan doanya (Neno) tidak mabrur," kata Ma'ruf saat menghadiri istigosah dan selawat kubro di Lapangan Dipati Ewangga, Kuningan, Selasa, (26/2). "Kalau sekarang doanya tepat minta Pilpres aman Insya Allah doanya dikabul."


Ma'ruf menilai bahwa doa Neno tak ubahnya doa yang dipanjatkan saat Perang Badar, dimana umat Muslim bertempur melawan orang kafir. Perang Badar merupakan pertarungan hidup mati untuk membela agama, sedangkan Pilpres bertujuan untuk mencari pemimpin terbaik sehingga sama sekali berbeda dengan perang.

"Itu perang hidup mati membela agama. Pilpres itu cari pemimpin terbaik," tegas Ma'ruf. "Pilpres tak sama dengan perang Badar."

Hal serupa juga pernah dilontarkan oleh Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Robikin Emhas. Pengibaratan Pilpres layaknya perang adalah sebuah kekeliruan.

Doa tersebut secara tidak langsung, menurut Ma'ruf, menyiratkan bahwa Neno mengklaim ia dan kelompoknya yang paling Islam. Sedangkan kelompok lainnya, dalam hal ini, Jokowi-Ma'ruf, adalah kelompok kafir.

"Mereka (BPN) menisbahkan kelompok mereka Islam dan kelompok Jokowi-Amin sebagai kafir," tegas Ma'ruf. "Doa itu tak layak dan tidak pantas."

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!