Masih Jadi Penyumbang Terbesar, Sandiaga Keluarkan Rp 32 Miliar untuk Kampanye per Februari 2019
Instagram/sandiuno
Nasional

Sebesar Rp 2 miliar dari total dana tersebut berasal dari kantong Prabowo sementara Sandi masih menjadi penyumbang dana terbesar dengan sumbangan sebesar Rp 32 miliar.

WowKeren - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menerima dana kampanye sebesar Rp 34,4 miliar pada Februari 2019. Dana tersebut berasal dari kantong pribadi Prabowo, Sandi dan sumbangan masyarakat.

Bendahara Umum BPN, Thomas Djiwandono menjelaskan sumbangan yang diberikan oleh Prabowo dan Sandi untuk kepentingan kampanye. Sebesar Rp 2 miliar dari total dana tersebut berasal dari kantong Prabowo sementara Sandi masih menjadi penyumbang dana terbesar dengan sumbangan sebesar Rp 32 miliar.

Selain itu, sebesar Rp 183 juta berasal dari Sumbangan Pihak Lain (SPL) perorangan. Sedangkan Sumbangan Pihak Lain (SPL) kelompok sebesar Rp 255 juta.

"Jadi kalau ditotal sejak 23 September, sumbangan dari Pak Sandiaga sendiri sekitar 72 persen di atas Rp95,4 miliar," ujar Thomas di Media Center Prabowo-Sandi, seperti dikutip dari CNN Indonesia. "Sumbangan dari pak Prabowo Rp36,45 miliar atau setara 28 persen."


Sejak September 2018 hingga Februari 2019, tim kampanye Prabowo-Sandi telah mengumpulkan dana sebesar Rp134 miliar. Dari total dana tersebut, BPN telah mengeluarkan dana sebesar Rp 116 miliar. Sementara per Februari ini dana yang telah digunakan BPN berjumlah Rp31,6 miliar.

"Untuk bulan Februari, BPN mengeluarkan dana untuk keperluan sosial kemasyarakatan sebesar Rp11 miliar, media sosial Rp9,1 juta, sekretariat Rp280 juta, teritori dan jaringan Rp16 miliar, operasional posko Rp3,5 miliar, dan media center Rp3,6 miliar," lanjutnya.

Sementara itu, Sandiaga mengaku hingga saat ini pihaknya masih sering menerima dana sumbangan masyarakat. Masyarakat memberi dana tersebut saat berkampanye ke daerah-daerah.

"Masih, dan mereka terkadang enggak mau disebut namanya," kata Sandi. "Bilangnya dari hamba Allah saja. Tapi itu kan tidak boleh."

(wk/nris)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait