PDIP Soal Penangkapan Andi Arief: Jangan Nanti Dibilang Kriminalisasi
Nasional

PDIP menilai bahwa penangkapan Andi Arief atas kasus narkoba merupakan murni tindak kejahatan.

WowKeren - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat (PD) Andi Arief ditangkap polisi atas dugaan kasus narkoba. Ia diciduk bersama dengan seorang wanita di Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Pusat pada Senin (4/3).

Sontak penangkapan ini menjadi topik pembicaraan di kalangan para politikus. Salah satunya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Salah satu elite politik PDIP Masinton Pasaribu menyesalkan peristiwa tersebut.

Masinton menilai bahwa tokoh politik tak seharusnya tertangkap atas kasus narkoba. Apalagi Andi merupakan salah satu petinggi PD. Selain itu, PD merupakan partai yang memiliki komitmen yang jelas sehingga seharusnya mampu memberikan teladan yang baik untuk publik.

"Bagi saya, itu seharusnya tidak terjadi karena Andi Arief ini adalah pimpinan Parpol, Wasekjen DPP Demokrat," kata Masinton di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (4/3). "Harusnya tidak terjadi dengan kejadian-kejadian seperti narkoba itu, ya apalagi komitmen partainya kan jelas, harusnya kan berikan teladan anti narkoba."


Masinton meminta agar penangkapan Andi sebagai tokoh politik tak lantas disebut sebagai bentuk kriminalisasi. Ia ingin agar peristiwa tersebut tak dikaitkan dengan politik. Sebab, kasus narkoba yang menimpa Andi adalah murni tindak kriminal.

"Kemudian kalau kasus ini jangan nanti dibilang kriminalisasi terhadap lawan-lawan politik Presiden," ujar Masinton. "Ya kalau narkoba ya dihukum. UU-nya kan ada, kan gitu. Jadi jangan dikait-kaitkan dengan politik."

Selama ini, Andi kerap membuat cuitan-cuitan di akun Twitter miliknya untuk mengkritisi pemerintah. Menurut Masinton, tidak menutup kemungkinan cuitan-cuitan yang disampaikan merupakan efek halusinasi lantaran Andi berada di bawah pengaruh narkoba.

"He-he-he..., ya mungkin saja, jadi terbawa ilusi-ilusi gitu," imbuh Masinton. "Halusinasi kadang ya, namanya efek ya. Itu kan bumbunya saja, efek."

Sementara itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo alias Jokowi-Ma'ruf Amin menilai bahwa penangkapan Andi merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam memberantas narkoba. Juru Bicara TKN Ace Hasan Syadzily mengaku prihatin atas penangkapan itu. Namun, hal tersebut memang sudah sepantasnya dilakukan sebagai upaya penegakan hukum.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!