Sandiaga menilai bahwa BPJS mengalami krisis keuangan salah satunya karena ada pihak yang seharusnya mampu justru mendapat pelayanan.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 12 Maret 2019 - 14:05 WIB
WowKeren - Calon wakil presiden Sandiaga Uno akan berhadapan dengan Ma'ruf Amin di debat ketiga nanti. Debat ketiga dijadwalkan akan digelar pada Minggu (17/3) di Hotel Sultan, Jakarta, dengan mengangkat tema pendidikan, sosial budaya, ketenagakerjaan, dan kesehatan.
Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga mengatakan bahwa Cawapres 02 akan lebih banyak membeberkan fakta. Wakil ketua BPN Mardani Ali Sera menyebut bahwa apa yang akan disampaikan oleh Sandiaga adalah solusi yang jelas dan memihak kepada bisnis.
"Sandi tidak akan menyerang," kata Mardani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/3). "Tapi Sandi akan membeberkan, ini faktanya, solusi kami ini, solusi kami jelas, tegas, adil dan pro kepada bisnis juga."
Mardani menegaskan bahwa Prabowo-Sandiaga tak hanya mengedepankan kebijakan populisme, yang mana kebijakan semacam ini justru akan akan merugikan negara. "Tidak semata mengedepankan kebijakan populisme yang sebetulnya itu membuat negara jauh sekali berkurang," imbuh Mardani.
Salah satu fakta yang akan dibeberkan oleh Sandiaga adalah mengenai utang BPJS. Mardani menilai bahwa defisit yang dialami oleh BPJS sangatlah parah. Bahkan, ia mengatakan sempat melihat tagline "2019 Ganti BPJS".
"Fakta harus diungkap ya bahwa BPJS luar biasa kedodorannya," imbuh Mardani. "Saya ketemu beberapa masyarakat kesehatan, mereka punya tagline '2019 Ganti BPJS'. Ketawa saya."
Sementara itu Sandiaga menilai bahwa BPJS jatuh lantaran pengelolaan yang kurang tepat. Biaya yang mestinya tidak ditanggung justru ditanggung dan sebaliknya.
"BPJS itu jeblok salah satunya yang mestinya tidak di-cover (ditanggung), di-cover," jelas Sandiaga di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (11/3). "Yang semestinya tidak di-cover malah di-cover.
Inilah yang menyebabkan BPJS tidak mampu memberikan layanan yang sepatutnya kepada masyarakat. Sebaliknya, justru banyak orang yang masuk ke dalam kategori mampu yang mendapatkan layanan tersebut.
"Maka banyak sekali keluhan masyarakat menengah ke bawah, karena mereka tidak mendapatkan layanan yang sepatutnya," tegas Sandiaga. "Sedangkan banyak sekali orang mampu selayaknya tidak mendapatkan itu, itu tidak menghadirkan rasa keadilan."