Muhammadiyah Beri Saran Usai Tanggapai Isu Panas 'NU Jadi Fosil Jika Ma'ruf Amin Kalah'
Nasional

Sebelumnya, sebuah video viral menunjukkan acara doa bersama yang dituding bermuatan politis dan mengajak hadirin memilih Jokowi-Ma'ruf Amin.

WowKeren - Sebuah video viral menunjukkan adanya acara doa yang disebut bermuatan kampanye politis. Acara doa bersama yang digelar di Kemang, Jakarta Selatan pada Sabtu (16/3) itu turut dihadiri oleh Ma'ruf Amin. Pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menuding acara doa tersebut memuat ajakan untuk memilih Ma'ruf.

Dalam video tersebut, seorang ulama yang hadir menyebut bahwa ada kelompok yang tidak suka dengan NU. Kelompok ini akan menyusun kekuatan dan menjadikan Islam mainstream seperti NU sebagai fosil.


Selain menyebut NU sebagai fosil, video tersebut juga memuat pernyataan bahwa zikir dan tahlil akan lenyap dari Istana jika Ma'ruf kalah. Untuk itu, ia mengajak para ulama yang hadir untuk memilih Joko Widodo alias Jokowi-Ma'ruf.

Menanggapi isu yang beredar soal pernyataan NU akan menjadi fosil, organisasi Islam Muhammadiyah turut memberikan tanggapan. Muhammadiyah mengaku tak terlalu khawatir mengenai tahlil dan Hari Santri yang disebut akan hilang jika paslon 01 itu tak menang.

"Ini bukan sesuatu yang mengkhawatirkan bagi Muhammadiyah. Dalam politik memang sering begitu. Makanya kita ingatkan jangan bawa-bawa agama dalam politik," ujar Sekretaris Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, seperti dilansir CNN Indonesia pada Rabu (20/3). "Itulah kenapa bawa agama dalam ranah politik itu rentan manipulasi. Seakan-akan kalau yang menang 02, tahlilan, hari santri akan dihapuskan. Saya kira tidak akan seperti itu."

You can share this post!

Related Posts
Loading...