Sempat sebut soal 'pemimpin bodoh', Prabowo kemudian meralat ucapannya saat hadir dalam deklarasi dukungan Aliansi Pengusaha Indonesia.
- Silmi Amalia Fidareni
- Jumat, 22 Maret 2019 - 08:58 WIB
WowKeren - Calon Presiden Indonesia nomor urut 02, Prabowo Subianto kembali mendapatkan deklarasi dukungan. Kali ini, Prabowo mendapatkan dukungan dari Aliansi Pengusaha Nasional.
Saat menghadiri acara tersebut, Prabowo memberikan beberapa patah kata. Ia mengungkap soal kriteria calon wakil presiden yang diinginkannya. Menurutnya, Sandiaga Uno sudah sesuai dengan kriteria cawapres idamannya.
Meminta kriteria wakil dengan usia di bawah 68 tahun, Prabowo memberikan alasannya. Menurut politikus Partai Gerindra ini, anak muda tidak akan cepat capek berpikir untuk menangani urusan negara.
"Saya dari awal ingin calon wakil saya harus anak muda. Lo, kalau saya 68 tahun, pengganti saya harus lebih muda dari saya," ujar Prabowo di Djakarta Theater, pada Kamis (21/3) kemarin. "Dan dia harus fit, harus kuat, harus sehat, dia harus pinter. Betul?"
Menyinggung soal cawapres yang pintar, menurutnya pilihan yang tepat untuk memilih mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu. Mantan Danjen Kopassus ini juga sempat menyinggung soal pemimpin bodoh, namun ia lantas meralat ucapannya.
"Dan dia harus lebih pintar dari saya. Anda tahu? Itu adalah ilmu seorang panglima. Panglima harus pilih orang-orang yang paling pintar supaya dia tidak terlalu capek berpikir. Betul?" lanjut Prabowo. "Kalau pemimpin kita bodoh, apa, aaa... apa, apalah itu.... Gini, gini, ralat! Kalau orang sekitar kita bodoh-bodoh, kita yang capek."
(wk/silm)