Prabowo Subianto: Lahir dari Ibu Kristen, Bagaimana Mungkin Saya Pendukung Islam Radikal?
Instagram/indonesiaadilmakmur
Nasional

Prabowo Subianto menjelaskan isu dirinya didukung oleh kelompok Islam radikal yang berkembang belakangan.

WowKeren - Beberapa waktu lalu ramai isu berkembang soal Prabowo Subianto yang didukung oleh kelompok radikal. Pernyataan Ketua Umum PBNU, Said Aqiel, saat berdialog bersama Najwa Shihab lantas dipermasalahkan.

Said dilaporkan oleh Ketua Koordinator Laporan Bela Islam (Korlabi), Damai Hari Lubis. Ia dinilai sudah menebarkan ujaran kebencian.


"Di situ dikatakan Aqiel Siradj bahwa di kelompok 02 itu terdapat radikalis, ekstremis, teroris," terang Damai di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (19/3). "Jadi pernyataan dari seorang ulama yang cukup besar itu sangat meresahkan kami sebagai anggota AAB (Aliansi Anak Bangsa) dan Korlabi."

Di sisi lain, Prabowo memberikan penjelasan mengenai isu dirinya yang mendukung kelompok Islam radikal. Menurutnya, isu tersebut merupakan isu yang tak berdasar.

Calon Presiden Indonesia ini menjelaskan jika dirinya lahir dari seorang ibu yang beragama Kristen. Oleh karena itu, tak masuk akal menurutnya jika ia mendukung kelompok Islam radikal.

"Sembilan bulan saya dalam kandungan ibu beragama Kristen. Saya heran ada yang menuding saya adalah pendukung Islam radikal," jelas Prabowo saat menghadiri kampanye terbuka di lapangan Ketang Baru, Manado pada Minggu (24/3). "Bagaimana mungkin saya mendukung Islam radikal sedangkan saya lahir dari ibu Kristen."

Mantan Danjen Kopassus ini lantas menegaskan jika dirinya bukanlah pendukung kelompok Islam radikal. Tuduhan yang banyak dialamatkan kepada Prabowo itupun ditepis dengan tegas.

Sementara itu, Said sendiri sudah buka suara perihal pelaporan dirinya kepada polisi. Said menegaskan akan menyerahkan segala keputusan kepada pihak polisi.

"Saya serahkan kepada polisi. Saya percaya kepada polisi, kalau mau dilanjutkan monggo," ujar Said dilansir Antara di Jakarta pada Jumat (22/3) kemarin. "Tapi belum dipanggil sampai sekarang."

Dalam dialognya bersama dengan Najwa, Said membahas beberapa hal terkait peran serta NU dalam demokrasi Indonesia. Pada saat membicarakan perihal "NU di Pusaran Politik", Said berceletuk soal keinginan NU memperjuangkan gerakan anti radikalisme, anti-ekstremisme, dan anti-terorisme.

You can share this post!

Related Posts
Loading...