Tanggapi Wiranto, Rocky Gerung Sebut Jokowi dan Ma'ruf Bisa Terjerat UU Terorisme Soal Hoaks Esemka
Nasional

Wacana Wiranto untuk menjerat penyebar hoaks dengan UU Terorisme dinilai sangat tidak proporsional.

WowKeren - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto sempat membuat wacana untuk menjerat para penyebar hoaks dengan Undang-Undang Terorisme. Hal ini sontak menuai protes dari sejumlah kalangan.

Akademisi Rocky Gerung ikut angkat bicara mengenai hal ini. Rocky menilai jika usulan tersebut benar-benar diberlakukan, maka Presiden Joko Widodo alias Jokowi bisa ikut terjerat UU tersebut.

Sebab, Rocky menilai bahwa selama ini Jokowi sudah banyak membuat hoaks. Salah satunya hoaks terkait Esemka. Sehingga, presiden yang dianggap menyebar hoaks pun juga harus ditindak tegas.

"Kalau sekarang dipakai undang-undang terorisme, siapa pembuat hoaks terbaik dan terbanyak, ya presiden," kata Rocky saat menajdi pembicara di "Indonesia Lawyer Club" pada Selasa (26/3). "Dari awal presiden telah bikin hoaks tentang Esemka maka perlakukan undang-undang terorisme pertama pada presiden."

Rocky menyebut bahwa hal tersebut merupakan konsekuensi dari cara berpikir yang otoriter. "Kan itu konsekuensi-konsekuensi dari cara berpikir hukum yang otoriter akan kena dirinya sendiri," imbuhnya.


Tak hanya Jokowi, Rocky juga menyinggung calon wakil presiden 01 Ma'ruf Amin. Menurutnya, Ma'ruf juga bisa terjerat UU Terorisme karena ikut mengaminkan adanya produksi Esemka Oktober lalu.

"Siapa lagi yang kena selain presiden," tanya Rocky. "Ya Pak Ma'ruf Amin yang juga mengaminkan akan ada produksi Esemka bulan Oktober lalu."

Upaya menjerat pelaku penyebaran hoaks dengan UU Terorisme sangat tidak tepat. Menurut Rocky, hal ini tak ubahnya membunuh nyamuk dengan meriam sehingga sangat tidak proporsional.

Filsuf itu menyebut ancaman UU Antiterorisme sebagai sebagai era baru Totalitarianisme. Totalitarianisme merupakan pemikiran politik yang tuntutan utamanya adalah ideologi penguasa.

Cara-cara seperti ini dikatakan Rocky hanya akan membuat rakyat semakin takut. Sebab secara tidak langsung, negara menanamkan pemahaman pada rakyatnya bahwa hoaks adalah sesuatu yang jahat.

"Kita diarahkan untuk masuk kembali pada new kind of totalitarianism melalui undang-undang terorisme itu," terang Rocky. "Jadi, cara negara untuk menjebak rakyat dengan menakut-takuti dengan ide totalitarianisme. Pikiran-pikiran semacam itu yang ingin diucapkan oleh negara dengan cara mencari cara agar supaya hoaks itu menjadi jahat."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!