Pernyataan Sandiaga yang ingin mencabut larangan cantrang dianggap arogan karena kurang mengindahkan kelestarian lingkungan.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 28 Maret 2019 - 13:49 WIB
WowKeren - Rencana calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno untuk mengkaji ulang larangan penggunaan cantrang menuai protes. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menilai bahwa rencana tersebut tak memiliki visi keberlanjutan. Di sisi lain, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebut bahwa mencabut larangan cantrang tak semudah yang dibayangkan.
Belum cukup, kritikan juga datang dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo alias Jokowi-Ma'ruf Amin. Juru Bicara TKN Arya Sinulingga menganggap bahwa pernyataan Sandiaga cukup arogan.
Sebab, pernyataan Sandiaga seolah-olah menunjukkan bahwa Cawapres 02 itu mengesampingkan kelestarian lingkungan. Sikap arogan ini, kata Arya, dibarengi dengan logika terbalik yang melupakan kelestarian lingkungan juga penting untuk dijaga agar nelayan tetap dapat bekerja.
"Pernyataan Sandiaga juga cukup arogan, dengan mengatakan jangan hanya memperhatikan lingkungan," kata Arya melalui keterangan tertulis, Kamis (28/3). "Sikap arogan diiringi dengan logika terbalik, yaitu jika lingkungan rusak, lantas masyarakat dapat makan dari mana."
Oleh sebab itu, wacana mencabut larangan cantrang justru tidak akan mampu menyelamatkan masyarakat. "Janji palsu Sandiaga tidak akan menyelamatkan masyarakat jika lingkungan sudah rusak," imbuh Arya.
Diketahui, Susi telah melarang penggunaan cantrang untuk menangkap ikan. Menurut Arya, kebijakan tersebut sudah tepat karena mampu melindungi nelayang kecil. Sebab selama ini, justru kapal besar lah yang banyak menggunakan cantrang.
Akibatnya, hanya tersisa sedikit ikan saja yang bisa ditangkap oleh nelayan kecil. Oleh sebab itu, wacana Sandiaga untuk mencabut larangan cantrang justru dinilai tidak berpihak pada nelayan kecil.
"Menurut kami keputusan Sandi yang menjanjikan kebijakan diizinkannya penggunaan cantrang dalam menangkap ikan justru tidak berpihak pada nelayan kecil," tegas Arya. "Saat ini, cantrang lebih banyak digunakan oleh kapal dan pengusaha besar."
Sebelumnya, Sandiaga menyebut bahwa perlu adanya kajian ulang terhadap larangan penggunaan cantrang. Ia menilai bahwa selain menjaga kelestarian lingkungan pemerintah juga perlu memperhatikan kondisi nelayan kecil. "Jangan hanya karena kita memperhatikan lingkungan, lantas membuat para nelayan dibatasi mencari ikan," kata Sandiaga di Lamongan, Selasa (26/3).
(wk/zodi)