Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendropriyono, menyebut bahwa Pilpres adalah pertarungan dua ideologi, yakni Pancasila dan Khilafah.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 30 Maret 2019 - 18:11 WIB
WowKeren - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendropriyono, sempat berbicara mengenai isu Pilpres 2019. Menurut Hendropriyono, Pilpres adalah pertarungan dua ideologi, yakni Pancasila dan Khilafah.
"Pemilu kali ini yang berhadap-hadapan bukan saja hanya subjeknya, orang yang berhadapan, bukan hanya kubu, kubu dari Pak Jokowi dan kubu dari Pak prabowo, bukan, tapi ideologi," ujar Hendropriyono di Jakarta Selatan, Kamis (28/3). "Dua ideologi ini sudah nyata kita lihat, kita jalan aja di luar kira-kira semua orang tuh dengan sepintas saja tidak perlu terlalu rumit, sudah tahu bahwa yang berhadap-hadapan adalah ideologi Pancasila berhadapan dengan ideologi khilafah. Tinggal pilih yang mana."
Menanggapi pernyataan Hendropriyono, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pun buka suara. BPN menilai bahwa ucapan Hendropriyono soal ideologi khilafah dimaksudkan untuk menuduh Prabowo-Sandi.
"Pak Hendro bilang bahwa Pilpres ini merupakan pertarungan ideologi khilafah dan Pancasila," tutur jubir BPN, Andre Rosiade, Jumat (29/3). "Jadi ini kan mencoba mengarahkan narasi yang dituduhkan kepada kami."
Andre bahkan menilai bahwa pernyataan Hendropriyono merupakan salah satu bentuk fitnah. Pasalnya, Prabowo telah mengabdikan diri kepada Indonesia sejak kecil.
"Menurut kami, ini fitnah keji alias fitnah yang diarahkan kepada pasangan kami. Coba masuk akal enggak?" ujar Andre. "Prabowo Subianto yang usia 18 tahun tanda tangan kontrak dengan negara ini untuk menjadi orang yang membela kedaulatan bangsa dan negara, membela Pancasila, membela UUD 1945. Lalu dituduh akan mengubah ideologi Pancasila menjadi khilafah."
Di sisi lain, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD justru menilai ucapan Hendropriyono tersebut sebagai pernyataan politik biasa. Hal ini disampaikan Mahfud saat melakukan teleconference di acara "Kabar Petang TV One", Jumat. "Bagaimana pendapat Anda soal pernyataan Hendropriyono yang sebetulnya Pilpres kali ini bukan hanya pertarungan dua kubu saja, melainkan ada pertarungan ideologi?" tanya sang pembawa acara.
"Menurut saya sih itu pernyataan politik yang biasa saja, secara konstitusional kedua kubu ini tidak ada yang tidak Pancasila," jawab Mahfud. "Keduanya kan sudah memenuhi syarat konstitusi undang-undang bahwa siapapun yang jadi calon presiden maupun wakil presiden syaratnya kan orang yang betul-betul harus setia pada Pancasila, UUD 45, dan NKRI."
(wk/Bert)