Jokowi Keluarkan Jurus 'Dilan' di Debat Capres, Prabowo Beri Pertahanan Sampai Titik Penghabisan
Nasional

Baik Jokowi maupun Prabowo menjabarkan visi dan misi yang mereka miliki di bidang ideologi, pemerintahan, pertahanan keamanan, dan hubungan internasional.

WowKeren - Debat Pilpres 2019 yang keempat digelar di Hotel Shangri-La, Jakarta, pada Sabtu (30/3). Dimulai pukul 20.00 WIB, Joko Widodo dan Prabowo Subianto hadir di arena sekitar pukul 30 menit sebelum acara.

Dalam acara debat kali ini, Jokowi akan beradu argumen dengan Prabowo mengenai isu ideologi, pemerintahan keamanan, serta hubungan internasional. Ma'ruf Amin hadir untuk mendukung Jokowi, sementara Sandiaga Uno hanya bisa mendoakan Prabowo karena tak bisa hadir langsung.


Kedua Capres pun menjabarkan visi dan misi yang mereka miliki di bidang ideologi, pemerintahan, pertahanan keamanan, dan hubungan internasional. Prabowo mulai lebih dahulu, diikuti dengan Jokowi.

Di bidang ideologi, Prabowo menegaskan bahwa Pancasila adalah ideologi final. Menurut Prabowo, Pancasila adalah hasil kecemerlangan generasi pendiri bangsa.

Oleh sebab itu, Prabowo berjanji akan mempertahankan Pancasila sekuat tenaga. "Karena itu kami bertekad mempertahankan Pancasila sampai titik darah yang penghabisan," ujar Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.

Sedangkan di bidang pemerintah, Prabowo berjanji akan menjaga lembaga pemerintahan dari perilaku korupsi. "Tidak mungkin program sehebat apapun kalau lembaga lemah, terlalu banyak korupsi jual beli jabatan, negara tidak mungkin melaksanakan pembangunan," tutur Prabowo.

Di sisi lain, Jokowi mengeluarkan jurus "Dilan" kala menyampaikan visinya di bidang pemerintah. "Di bidang pemerintahan diperlukan pemerintah Dilan, digital melayani," papar Jokowi. Untuk itu, diperlukan reformasi pelayanan publik dalam bentuk elektronik.

"Yang kedua penajaman dan penyederhanaan kelembagaan," jelas Jokowi. "Ketiga peningkatan kualitas SDM aparatur."

Sementara itu, di bidang ideologi, Jokowi menuturkan bahwa Pancasila adalah kesepakatan para pendiri bangsa. "Oleh sebab itu menjadi kewajiban kita untuk menjaga, merawat dan menjalankan Pancasila," ujar Jokowi.

Sebelumnya, Jokowi mengaku siap menjawab pertanyaan soal pembubaran organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Seperti diketahui, HTI resmi dibubarkan Presiden Jokowi lewat SK Menkumham Nomor AHU-30.AH.01.08 tahun 2017.

Diketahui, debat Pilpres keempat ini dipandu oleh Zulfikar Naghi dan Retno Pinasti. Selain itu, 9 panelis juga telah ditunjuk oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) guna merancang pertanyaan bagi Prabowo dan Jokowi.

You can share this post!

Related Posts
Loading...