Menghadapi Pemilu 2019, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, memberikan pesannya, terutama bagi kaum milenial yang baru pertama kali memilih.
- Bertilia Puteri
- Senin, 01 April 2019 - 15:15 WIB
WowKeren - Pesta demokrasi terbesar sudah di depan mata. Pada 17 April 2019 mendatang, rakyat Indonesia akan memilih siapa pemimpin yang layak memerintah selama 5 tahun ke depan.
Menghadapi Pemilu 2019, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD pun memberikan pesannya, terutama bagi kaum milenial. Pesan tersebut dituliskan Mahfud di akun Twitter pribadinya.
Mahfud menghimbau agar generasi milenial memberikan suara mereka di TPS pada hari Pemilu. Di sana, mereka dapat mencoblos Presiden dan Wakil Presiden pilihan mereka.
Hai generasi milenial. Ibu pertiwi memanggilmu utk memberikan suaramu pd pemilu 17 April 2019. Masa depanmu ada di Indonesia dan masa depan Indonesia ada di tanganmu. Jadwalkan sejak skrang utk datang ke TPS 17/4/19 guna memilih Presiden/Wapres dan wakil-wakilmu di DPR/DPD/DPRD.
— Mahfud MD (@mohmahfudmd) 31 Maret 2019
Meski demikian, Mahfud sadar bahwa Indonesia yang sekarang juga belum sempurna. Sehingga, mungkin banyak pihak yang merasa pesimis.
Ada yg bilang, percuma kita ikut memilih sebab meski ada pemilu orng miskin msh jutaan di negeri ini. Itu pandangan yg pesimistis, hai adik2 milenial. Skrng mending jumlah orang miskin msh jutaan atau sekitar 9%. Bayangkan ketika Indonesia tdk merdeka: 100% rakyat miskin semua.
— Mahfud MD (@mohmahfudmd) 31 Maret 2019
Oleh sebab itu, Mahfud pun mengajak para milenial untuk hidup optimis dan memilih pemimpin yang terbaik. Karena suara tersebut merupakan hak konstitusional setiap warga negara.
Netizen pun banyak yang merasa tergugah dengan pesan Mahfud. Banyak yang mengaku siap untuk memilih dalam Pemilu 2019.
"Mantuullll pak @mohmahfudmd Saya meskipun karyawan pabrik saya tetap optimis indonesia maju," tulis akun @Pu***ik. "Siap bpk @mohmahfudmd .... pemilu salah satu partisipasi kemajuan bangsa," komentar akun @ag***13.
"Setuju prof , tlg sampaikan ke salah satu anggota bpip yg mengatakan klo golput jangan jadi wni , beri pencerahan dia prof , kata2nya tidak bijak . tks," tulis akun @ja***sh. "Prof, Siap kami akan ke TPS untuk salurkan Hak Politik Kami," komentar akun @hc***di.
(wk/Bert)