Prabowo Sebut Ibu Pertiwi Diperkosa, TKN Jokowi: Apa Tidak Ada Kata Lain yang Lebih Terhormat?
Instagram/prabowo
Nasional

Dalam kampanye akbar di GBK pada Minggu (7/4), Prabowo sempat menjelaskan alasannya menjadi Capres. Menurutnya, Indonesia sedang sakit dan Ibu Pertiwi saat ini tengah diperkosa.

WowKeren - Paslon Capres-Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, melaksanakan kampanye akbar di Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (7/4). Dalam kampanye akbar tersebut, Prabowo sempat menyebut bahwa Ibu Pertiwi (personifikasi Bangsa Indonesia) saat ini tengah diperkosa.

"Saya bersyukur, berterima kasih Allah SWT Tuhan Maha Besar, terima kasih ya Tuhan, kau berikan kesempatan untuk membela rakyat saya. Kau beri kesempatan untuk melawan angkara murka, untuk melawan ketidakadilan, untuk melawan pemimpin-pemimpin yang menipu rakyatnya sendiri," tutur Prabowo dalam orasinya, Minggu. "Saya berdiri di sini karena saya berpandangan bahwa negara kita sedang sakit, saudara-saudara sekalian. Ibu Pertiwi sedang diperkosa, saudara-saudara sekalian!"

Menanggapi pernyataan Prabowo tersebut, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengaku heran. Menurut juru bicara TKN, Ace Hasan Syadzily, pernyataan Prabowo semakin tak terkendali.

"Apa karena sudah kalap sehingga pernyataan-pernyataannya menjadi semakin tak terkendali, dengan menggunakan bahasa-bahasa tidak menunjukkan dirinya sebagai Capres?" ujar Ace dilansir detikcom pada Senin (8/4). Tak hanya itu, Ace juga menuturkan bahwa tidak ada rakyat yang akan bersimpati dengan pemimpin yang memiliki emosi tak terkendali.


Ia pun mempertanyakan pilihan kata "diperkosa" yang digunakan oleh Prabowo. "Apa tidak ada kata lain yang lebih terhormat untuk menghargai bangsa sendiri selain 'diperkosa'?" ucap Ace.

Menurut Ace, tidak ada tawaran konkret dalam apa yang disampaikan oleh Prabowo di kampanye akbarnya. Ketua Umum Partai Gerindra tersebut dinilai hanya menyampaikan retorika politik saja.

"Tak ada satu pun tawaran program konkret selain membangkitkan emosi dengan retorika politik basi. Tak ada pernyataan yang menunjukkan bahwa pernyataannya itu sesuai dengan akal sehat," jelas Ace. "Ini era demokrasi, Pak Prabowo. Tidak ada yang bisa mengendalikan para kepala daerah selain bahwa mereka mengakui Pak Jokowi itu telah bekerja dengan sungguh-sungguh untuk rakyat di daerahnya."

Selain itu, Ace juga menambahkan bahwa kini tidak ada pihak yang dikejar hukum apabila tidak benar-benar melakukan pelanggaran. Prabowo pun diminta untuk mengendalikan emosinya.

"Tak ada artis dihukum kecuali dia arogan dan terbukti secara hukum melakukan ujaran kebencian. Sadarlah Pak Prabowo," jelas Ace. "Kedepankan akal sehat, jangan marah-marah melulu, kendalikan emosi. Bangsa ini membutuhkan pemimpin yang bekerja dengan tenang dan berpengalaman sehingga dapat membawa Indonesia maju."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait