Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, memberikan respon atas pernyataan Prabowo yang menyebut 'Ibu Pertiwi sedang Diperkosa'.
- Bertilia Puteri
- Senin, 08 April 2019 - 15:48 WIB
WowKeren - Prabowo Subianto sempat menyampaikan alasannya maju sebagai Calon Presiden dalam acara kampanye akbar yang digelar pada Minggu (7/4). Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengklaim bahwa rakyat Indonesia membutuhkan perubahan. Ketua Umum Partai Gerindra tersebut bahkan menyebut "Ibu Pertiwi sedang diperkosa".
"Rakyat Indonesia ingin perubahan, ingin perbaikan, sudah tidak mau dibohongi lagi. Sudah muak dengan korupsi dan ketidakadilan. Rakyat sudah tidak terima lagi haknya diinjak-injak," ujar Prabowo, Minggu. "Saya berdiri di sini karena rakyat sedang sakit. Ibu Pertiwi sedang diperkosa. Kekayaan kita diambil terus."
Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, pun secara tersirat memberikan tanggapan. Hal tersebut disampaikan Luhut dalam peluncuran program 1 Juta Nelayan Berdaulat di Telkom Hub, Jakarta.
Awalnya, Luhut memberikan gambaran mengenai kondisi ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Luhut pun lantas menyinggung pihak yang menyebut bahwa Ibu Pertiwi diperkosa.
"Indonesia negara besar dengan sumber daya alam yang hebat. Pertumbuhan kita bagus," jelas Luhut, Senin (8/4). "Jadi kalau orang bilang Ibu Pertiwi diperkosa mungkin diperkosa dia kali."
Tak hanya itu, Luhut lantas menjelaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia memang sedang bagus. Ia pun memaparkan berbagai data terkait.
"Kekayaan kita ya sangat besar. Penduduk kita 269 juta. GDP USD 1,1 triliun," jelas Luhut. "Muslim 230 juta lebih. Inflasi rendah, paling 3 persenan."
Menurut Luhut, pertumbuhan ekonomi Indonesia sempat mengalami kemerosotan karena jatuhnya harga komoditas pada 2009. Namun, pemerintahan saat ini berhasil memperbaiki pertumbuhan ekonomi.
"Kita buat ini membaik. Langkah-langkah yang oke waktu itu dan proses cuma 2 pekan, cabut subsidi, bangun infrastruktur dan pendidikan," jelas Luhut. "Maka pertumbuhan kita tumbuh di tengah kondisi yang lagi enggak bagus. Ini data ya, suka enggak suka, kita nih bicara data lah."
Di sisi lain, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin juga telah memberikan tanggapan mereka terhadap pernyataan Prabowo. Menurut juru bicara TKN, Ace Hasan Syadzily, pernyataan Prabowo semakin tak terkendali.
(wk/Bert)