Surat SBY yang sejatinya ditujukan untuk kalangan internal partai justru bocor ke awak media bertepatan dengan digelarnya kampanye akbar Prabowo sehingga memicu polemik.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 08 April 2019 - 18:55 WIB
WowKeren - Polemik surat Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono masih belum usai. Polemik tersebut bermula ketika surat SBY yang berisi pesan terkait pelaksanaan kampanye yang sejatinya ditujukan untuk kalangan internal partai justru bocor ke awak media. Ditambah, momen tersebut bertepatan dengan digelarnya kampanye akbar Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di GBK.
Terkait hal ini, pihak PD meminta agar polemik ini disudahi. Sekretaris Jenderal PD Hinca Pandjaitan meminta agar pihak luar tidak mengadu domba SBY dengan Prabowo dengan menggoreng isu surat tersebut.
"Karena itu saya minta semua orang teman-teman atau siapapun tidak adu domba," kata Hinca di Kantor DPP PD, Jakarta Pusat, Senin (8/4). "Tidak menggunakan kesempatan ini untuk kepentingan sesaat."
Dalam surat itu, SBY berpesan agar para elite politik menggelar kampanye yang mengusung konsep inklusif, artinya kampanye tersebut mampu merangkul seluruh keberagaman bangsa sehingga tidak terkesan "eksklusif" diperuntukkan bagi golongan tertentu. Dikatakan Hinca, SBY menyampaikan pesan tersebut sebagai tokoh negara yang sudah pernah memimpin Indonesia selama dua periode pemerintahan.
Lebih jauh, SBY ingin agar gelaran politik Pilpres tidak dijadikan sebagai ajang untuk memecah belah persatuan Indonesia. Justru, Pemilu yang sejatinya digelar setiap lima tahun sekali itu bisa berjalan baik tanpa mengancam persatuan dan kesatuan.
"Dia sebagai presiden 10 tahun untuk mengingatkan kita semua agar tidak terpecah," tutur Hinca. "Tapi kita bersatu untuk menuntaskan ini dan siklus lima tahunan ini berjalan dengan baik dan keindonesiaan tetap utuh."
Pernyataan Hinca tersebut juga menepis tudingan Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto yang menilai bahwa kampanye Prabowo tidak seperti ekspektasi SBY. Hinca menegaskan bahwa surat tersebut sudah ada bahkan sebelum Prabowo menggelar kampanye akbar.
"Oleh karena itu apa yang disampaikan Mas Hasto saya luruskan kita ingin agar pak Prabowo sukses menjadi presiden dalam kampanyenya ini," tutur Hinca. "Dan menggunakan momentum ini dengan baik untuk semua orang siapapun presiden terpilih dia akan menjadi presiden semua orang."
(wk/zodi)