Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02, Sandiaga Uno, menggelar kampanye di Lapangan GOR Buana Patra Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Selasa (9/4).
- Bertilia Puteri
- Selasa, 09 April 2019 - 14:16 WIB
WowKeren - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02, Sandiaga Uno, menggelar kampanye di Kabupaten Buleleng, Bali, pada Selasa (9/4). Acara kampanye yang digelar di Lapangan GOR Buana Patra Singaraja tersebut terpaksa berlangsung singkat. Orasi Sandiaga sendiri hanya berlangsung sekitar 10 menit.
Singkatnya durasi kampanye ini disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur lokasi. Meski demikian, Sandiaga tetap menyempatkan diri untuk menyapa para pendukungnya yang telah hadir, meski hanya sebentar.
"Alhamdulilah hujan berkah," ujar Sandiaga. "Yang penting persaudaraan kita nomor 1. Presiden kita nomor? 2. TPS, Tusuk Prabowo Sandi. Insyaallah NKRI Pancasila harga mati."
Derasnya hujan bahkan membuat mikrofon Sandiaga mati. Akibatnya, kegiatan kampanye langsung dihentikan. Sebelum masuk kembali ke dalam mobil, Sandiaga menyempatkan diri untuk menyalami beberapa pendukungnya.
"Saya mohon maaf karena dijadwalkan satu jam berinteraksi dengan warga, tanya-jawab. Tapi karena hujan yang berkah turun dan mengakibatkan sound system mati, pertama-tama satu mic mati, lama-lama dua-duanya mati," jelas Sandiaga. "Jadi apa yang kami sampaikan tidak bisa lebih lama lagi karena tentunya tidak memungkinkan."
Badan Pemenangan Daerah Prabowo Subianto-Sandiaga wilayah Provinsi Bali pun mengakui agenda kampanye memang dipercepat. Juru bicara BPD Bali, Ray Misno, mengaku bahwa mereka mengalami kendala teknis.
"Ya, pasti karena alam, karena alam seperti ini. Kendala teknis. Yang enggak jalan itu sambutan dan tarian, tapi substansi materi yang ingin disampaikan Bang Sandi tersampaikan," jelas Ray. "Mulai masalah ekonomi, kemudian pelestarian alam, kebinekaan Bali. Bahwa Bali ini miniatur kebinekaan kan, toleransi itu sudah tersampaikan. Cuma setelah itu ada karena hujan terlalu deras, ada beberapa acara hiburan yang tidak bisa dikabulkan."
Meski diguyur hujan deras, Ray mengaku tidak kecewa. Pasalnya, massa pendukung tetap bertahan mendengarkan orasi Sandiaga meski hanya berlangsung selama 10 menit.
"Enggak, ini alam. Alam sudah berkehendak. Tapi walau hujan massa tidak beranjak," ujar Ray. "Ini yang luar biasa, hujan tambah semangat. Itu yang buat bang Sandi bertahan di panggung."
Hujan deras sebenarnya sudah turun sebelum rombongan Sandiaga tiba di lokasi kampanye, yakni sekitar pukul 09.20 wita. Namun massa pendukung yang bertahan membuat Sandiaga melanjutkan orasinya. Diketahui, Sandiaga sendiri akan melanjutkan kampanye ke Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
(wk/Bert)