Di depan para pendukungnya saat memberikan orasi kampanye di Palembang, Prabowo bersumpah dirinya akan menciptakan pemerintahan yang bersih dan berjanji tidak akan memperkaya diri.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 10 April 2019 - 16:52 WIB
WowKeren - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tak pernah lelah mengkritik elite pemerintah. Ia menganggap bahwa mereka tidak benar-benar bekerja untuk rakyat. Hal itu terbukti dengan maraknya praktik korupsi di lingkup pemerintahan.
Ia bertekad untuk membasmi korupsi jika diberi amanah untuk memimpin Indonesia. Ia pun bersumpah bahwa ia tidak akan memanfaatkan jabatannya untuk memperkaya diri. Hal itu dikemukakan olehnya saat memberikan orasi di Benteng Kuto Besak (BKB).
"Yakinlah kalau kau berikan mandat kepada kami, saya bertekad membentuk pemerintah yang akan membasmi korupsi dari Indonesia," kata Prabowo di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (9/4). "Saya berdiri di hadapanmu, saya bersaksi, dan saya bersumpah kepadamu, saya tidak akan memperkaya diri saya dalam jabatan itu."
Prabowo mengaku bahwa sejak muda ia sudah mempertaruhkan nyawa untuk membela bangsa dan negara di garis depan. Oleh sebab itu, ia benar-benar ingin mengabdikan diri untuk Indonesia kali ini dengan menjadi presiden.
Mantan Danjen Kopassus itu menuturkan bahwa dirinya sudah banyak diberi anugerah oleh Tuhan. Oleh sebab itu, ia ingin memimpin bangsa dengan sebaik-baiknya ketika hal itu diamanatkan kepadanya.
"Saya sudah banyak diberi oleh Yang Maha Kuasa," lanjut Prabowo. "Saya ingin nanti menghadap Yang Maha Kuasa dengan senyum. Saya telah membela rakyat Indonesia."
Dalam memimpin rakyat, Indonesia tidak perlu memiliki pemimpin yang punya banyak gelar. Sebab, percuma saja jika pemimpin yang banyak gelar tersebut justru membodohi rakyat dengan kepintaran yang mereka miliki.
"Kita tidak perlu orang orang yang punya gelar banyak," tegas Prabowo. "Profesor, doktor, ini, ini, ini, ini, S1, S2, S3, S5, S8, es lilin."
Ketua Umum Partai Gerindra juga mengklaim bahwa elektabilitasnya dan Sandiaga Uno kian meningkat. Ia meminta agar masyarakat Sumsel membantunya untuk mendapatkan suara sebesar 80 persen. "Masih ada 8 hari, saya minta Sumsel harus bantu kami di daerah lain. Kalau kau bisa 80 persen, berarti membantu kami di daerah lain."
(wk/zodi)