Joko Widodo Tanggapi Kasus Penganiayaan Audrey oleh 12 Siswi SMA di Pontianak
Twitter/KSPgoid
Nasional

Kasus penganiayaan Audrey oleh 12 siswi SMA di Pontianak tengah menjadi bahasan panas. Masyarakat dan banyak pihak merasa geram akan kekerasan yang diterima Audrey tersebut.

WowKeren - Kasus penganiayaan yang menimpa siswi SMP di Pontianak bernama Audrey tengah menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Audrey diketahui menerima kekerasan dari 12 siswi SMA yang disebut bermotifkan masalah asmara.

Terkait hal ini, Presiden Indonesia Joko Widodo akhirnya memberikan tanggapan. Jokowi menjelaskan jika dirinya sudah memberikan perintah yang tegas kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengusut tuntas kasus Audrey.

Jokowi meminta Tito dan segenap jajaran Polri untuk menerapkan prosedur hukum yang sesuai. "Saya sudah perintahkan kepada Kapolri untuk tegas menangani ini sesuai dengan prosedur hukum, tegas," terang Jokowi di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada Rabu (10/4).

Tak hanya pihak berwajib, capres petahana ini juga mengimbau kepada orangtua dan masyarakat untuk sama-sama menjaga pola asuh anak. "Karena pola interaksi sosial yang sudah berubah, sehingga orang tua, guru, masyarakat itu juga bersama-sama merespons setiap perubahan-perubahan yang ada, meluruskan hal-hal yang tidak betul di lapangan, ini harus disikapi bersama-sama," pungkas Jokowi.


Sementara itu, kasus Audrey saat ini sudah memasuki tahap penyidikan. Polisi sudah melakukan interogasi terhadap ketiga orang pelaku. Mereka berinisial F, P, dan N.

Di sisi lain, warganet dan masyarakat Indonesia yang bersimpati terhadap kasus penganiayaan terhadap Audrey juga membuat petisi untuk mengawal kasus Audrey. Hingga saat ini, petisi tersebut sudah ditandatangni sebanyak lebih dari tiga juta orang.

Audrey sebelumnya sempat dikabarkan menerima penganiayaan hingga melukai organ vitalnya. Namun, polisi membantah kabar tersebut usai memeriksa kondisi tubuh Audrey.

"Tidak ada colok (organ vital). Karena korban pakai celana panjang kulot," terang Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Husni Ramli, dilansir Kompas pada Rabu (10/4). "Sudah membaik kondisinya. Semoga segera pulih, sehingga jika diperlukan bisa langsung dimintai keterangan."

(wk/silm)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait