Dalam unggahan di media sosial, pelaku yang berinisal SS diduga menyebarkan hoaks yang menyebut bahwa ibu kandung Jokowi adalah aktivis Gerwani dan ayahnya merupakan keturunan Tiongkok.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 12 April 2019 - 15:46 WIB
WowKeren - Satu hal yang perlu diwaspadai di momen-momen menjelang Pilpres adalah beredarnya informasi-informasi yang belum pasti kebenarannya. Memang setiap orang bisa menyebarkan informasi namun ada baiknya jika mengonfirmasi dulu kepastian informasi yang didapat. Sebab jika tidak, ada sanksi Undang-Undang ITE yang siap menjerat siapapun jika terbukti terlibat dalam pembuatan maupun penyebaran hoaks.
Belum lama ini kembali diamankan seorang perempuan yang diduga melanggar UU ITE. Tim Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar menangkap wanita berinisial SS (51) pada Kamis (11/4).
Direktur Reskrimsus Polda Kalbar Kombes Pol Mahyudi Nazriansyah mengatakan bahwa pelaku telah menuduh ibu kandung Presiden Joko Widodo alias Jokowi sebagai aktivis Gerakan Wanita Komunis PKI Indonesia (Gerwani). Tak hanya itu, dalam unggahannya, SS juga menyebut bahwa ayah Jokowi adalah keturunan Tiongkok.
"Sebelumnya tim siber melakukan patroli media sosial," kata Mahyudi dilansir dari Okezone pada Jumat (12/4). "Dan menemukan akun Facebook pelaku yang membuat unggahan itu."
Petugas kemudian melacak keberadaan pelaku yang berada di Jalan Alianyang. Tak menyia-nyiakan waktu, petugas pun segera menuju ke lokasi untuk menangkap SS. SS berhasil diamankan beserta barang bukti berupa ponsel yang digunakannya untuk membuat posting-an yang dimaksud.
"Kemudian tim menuju ke lokasi," jelas Mahyudi. "Dan selanjutnya pelaku serta berikut barang bukti berupa HP Samsung S7 yang digunakan untuk mem-posting, dibawa ke Polda Kalbar."
Setelah melakukan proses pemeriksaan, polisi berhasil mengungkap alasan pelaku nekat mem-posting hal semacam itu lantaran kecewa kepada Jokowi. SS merasa geram dengan aksi para pendukung Jokowi yang kerap menyudutkan lawan politiknya.
Sebagai pendukung lawan politik Jokowi, pelaku tentu saja merasa kesal. Saat ini, SS masih menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut di Polda Kalbar.
"Sehingga pelaku sebagai pendukung lawan politik, merasa sakit hati kepada Jokowi," tutur Mahyudi. "Saat ini pelaku berada di Polda Kalbar, masih dalam tahap pemeriksaan dan melengkapi berkas berkas termasuk saksi ahli."
(wk/zodi)