Amien Rais Kembali Bahas People Power, Sebut Paling Enteng Gunakan 'Senjata' Ponsel
Instagram/amienraisofficial
Nasional
Pemilu 2019

Usai mencoblos di TPS 123 Desa Condongcatur, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Amien Rais kembali mewanti-wanti agar tak ada kecurangan dalam penyelenggaraan Pemilu 2019.

WowKeren - Seluruh rakyat Indonesia menggunakan hak pilihnya untuk Pemilu 2019 pada hari ini (17/4). Tak terkecuali Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais.

Amien mencoblos di tempat pemungutan suara (TPS) 123 Desa Condongcatur, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Usai mencoblos, Amien sempat mewanti-wanti agar tak ada kecurangan dalam penyelenggaraan Pemilu 2019. Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tersebut mengaku siap menepati janjinya untuk melakukan people power dengan menggunakan HP alias ponsel.


"Jadi saya mengatakan people power yang paling enteng dan ringan yaitu rakyat punya senjata yang namanya HP, smartphone, itu senjata kita," ujar Amien pada Rabu. "Mudah-mudahan nanti cukuplah, tidak sampai turun ke jalan dan lain-lain."

"Senjata" ponsel yang dimaksud Amien ditujukan untuk memotret C1-Plano atau catatan hasil penghitungan suara di masing-masing TPS. Ia meminta agar seluruh masyarakat, khususnya pendukung Prabowo-Sandi, untuk menggunakan "senjata" tersebut untuk memantau Pemilu.

"Jadi saya melihat ini Pemilu yang mudah-mudahan betul-betul adil dan transparan," jelas Amien. "Sehingga imbauan saya untuk semua saja, anak bangsa, itu begitu selesai nanti, C1 itu diamankan."

Menurut Amien, apabila kondisi di TPS sudah aman, maka penghitungan akhir di KPU juga akan terkendali. Sehingga hal ini dapat meminimalisir kemungkinan terjadinya kecurangan.

"Andai kata nanti ada geseh atau kekurangan, atau tidak sama, bisa dicek kembali. Karena hulunya di TPS, hilir paling akhir KPU nasional nanti," ujar Amien. "Kalau hulunya aman, ya sudah. Penghitungan kecamatan berdasarkan desa, kabupaten dari kecamatan, provinsi dari kabupaten, dan nasional dari provinsi."

Meski demikian, Amien mengaku tak segan membuat perhitungan apabila sampai terbukti ada kecurangan masif yang terstruktur. People power sendiri, menurut Amien, merupakan jeritan rakyat yang meminta adanya perbaikan.

"Itu tentu nanti akan ada perhitungan, people power tidak ada setetes darah. Jangan lupa, dulu kita dengan people power bisa menghilangkan dwifungsi ABRI. People power anda-anda ini teman-teman media massa sekarang bisa bebas, dulu kalau anda keliling saja bisa langsung diambil aparat, sekarang kan bebas," tutur Amien. "Jadi jangan 'wah people power nanti perang'. Enggak, itu namanya ngawur itu, 'ada anak bangsa berkelahi', enggak juga. Mudah-mudahan yang kita khawatirkan, kalau sampai terjadi kecurangan, mudah-mudahan tidak ada. Walaupun di luar negeri mungkin, karena jauh dari Indonesia. Tapi saya berhusnudzon, mudah-mudahanlah."

You can share this post!

Related Posts
Loading...