Megawati Minta Elite Terima Apapun Hasil Pemilu: Saya Pernah Ikut Pilpres Waktu Kalah Ya Ndak Ribut
Nasional

Megawati meminta agar semua pihak bisa menerima apapun hasil Pilpres dengan riang gembira, mengingat Pemilu adalah pesta demokrasi yang harus disambut dengan suka cita.

WowKeren - Pemerintahan berdemokrasi memungkinkan rakyat untuk ikut serta dalam menentukan pemimpin negara. Pilpres yang digelar hari ini, Rabu (17/4), akan menyatukan pilihan seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Oleh sebab itu, siapa pun yang keluar sebagai pemenang di Pilpres nanti merupakan pilihan rakyat.

Hal itu seperti yang disampaikan oleh Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri. Megawati meminta semua pihak agar menerima apapun hasil pemilu dengan senang hati. "Semoga kalau nanti hasilnya apapun ya kita riang gembira saja," kata Megawati di Jalan Kebagusan IV, Jakarta, Rabu (17/4).


Megawati kemudian mengungkit momen ketika dirinya pernah mencalonkan diri sebagai presiden pada 2004 silam. Sayangnya, ia yang berpasangan dengan Hasyin Muzadi harus kalah dari Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla.

Begitu juga di Pemilu tahun 2009. Mega yang berpasangan dengan Prabowo Subianto untuk kedua kalinya harus menerima kekalahan. Meski kalah, ia tetap berbesar hati menerima kekalahan itu bahkan ia mengajak para pendukungnya untuk makan-makan.

"Saya kan juga pernah ikut pemilihan presiden," ujar Megawati. "Waktu kalah ya saya ndak ribut. Ya sudah ketawa saja, ayo kita makan-makan."

Hal serupa juga disampaikan oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Ia menilai bahwa Pemilu adalah layaknya pesta sehingga seluruh pihak harus bergembira. "Karena itulah bagi seluruh elite bangsa seharusnya menerima suara dan kehendak rakyat itu," kata Hasto di Jakarta, Rabu (17/4).

Lebih jauh, Hasto kembali menyinggung wacana people power. Ia meminta agar pihak yang kalah dalam Pemilu tidak membuat ancaman-ancaman semacam people power. Sebab, mereka yang memiliki wacana seperti itu harus berhadapan langsung dengan rakyat mengingat hasil Pemilu merupakan suara rakyat.

"Karena itulah mereka-mereka yang sebelumnya memberikan tekanan-tekanan kepada penyelenggara Pemilu, dengan ancaman people power untuk tidak melakukan hal tersebut," tutur Hasto. "Karena akan berhadapan dengan kekuatan rakyat itu sendiri."

Hasto berterima kasih pada rakyat yang sudah memberikan dukungan mereka untuk Paslon 01. "Kami mengucapkan terima kasih berdasarkan survei rakyat memberi kepercayaan kepada Pak Jokowi dan Kiai Haji Ma'ruf Amin dan PDI Perjuangan. Tetapi hasilnya kami serahkan sepenuhnya kepada rakyat Indonesia," tutur Hasto.

You can share this post!

Related Posts
Loading...