TKN mengaku heran mengapa para ulama suka melakukan ijtimak berjilid-jilid untuk menentukan sikap politik. Seolah-olah menegaskan bahwa ulama mencari pembenaran kondisi yang bertolak belakang dengan keinginan mereka.
- Nur Islamiyah
- Kamis, 02 Mei 2019 - 08:53 WIB
WowKeren - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Irma Suryani Chaniago memberikan tanggapan terkait hasil Ijtimak Ulama ketiga. Seperti diketahui, salah satu hasil rekomendasi dari acara tersebut adalah mendiskualifikasi Jokowi-Ma'ruf dari Pilpres 2019 lantaran dianggap memperkeruh situasi politik.
Irma mengatakan bahwa keputusan tersebut sejatinya tidak pada tempatnya. Pasalnya, jika memang ulama menganggap terdapat kecurangan pemilu, mereka dapat menggunakan prosedur hukum yang berlaku. Mereka dapat menggugat secara langsung hasil pemilu pada Mahkamah Konstitusi (MK).
"Jadi apa dasarnya mereka meminta diskualifikasi presiden?" ujar Irma, seperti dilansir dari CNN Indonesia. "Tidak pantas mereka bicara seperti itu karena seharusnya ulama ini sepantasnya berbicara soal agama."
Ia mengaku heran mengapa para ulama suka melakukan ijtimak berjilid-jilid untuk menentukan sikap politik. Hal ini seolah-olah menegaskan bahwa ulama selalu mencari pembenaran atas kondisi yang bertolak belakang dengan keinginan mereka.
Irma menyinggung soal hasil Ijtimak Ulama pertama yang menghendaki Prabowo Subianto untuk berpasangan dengan ulama. Namun, Prabowo sendiri melanggar hal tersebut dengan memilih Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden yang memiliki latar belakang pengusaha.
"Sudah lah, jangan bikin cerita berjilid seperti itu. Rakyat sudah semakin pintar dan capek dengan hal-hal seperti itu," katanya. "Jangan memaksakan kehendak, tidak akan bisa karena Indonesia ini negara yang berlandaskan hukum."
TKN juga meminta pihak oposisi dan afiliasinya menerima hasil pilpres sejauh ini. Ia juga meminta ulama untuk tidak melakukan upaya yang bisa memecah belah persatuan Indonesia pasca pilpres. Seharusnya, kata Irma, kedua paslon melakukan rekonsiliasi, bukan malah memperkeruh suasana.
"Pesta demokrasi sudah selesai dan Allah SWT sudah menentukan pemenangnya yakni Jokowi-Ma'ruf," lanjutnya. "Jangan lagi dicari pembenaran yang membenarkan diri sendiri, ini bukan Islam namanya. Islam itu rahmatan lil alamin, jangan kemudian negara ini malah terpecah belah bangsanya."
Terdapat lima hasil rekomendasi Ijtima Ulama ketiga. Pertama, Ijtima Ulama ketiga menyimpulkan terjadi kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif. Mereka juga meminta BPN Prabowo-Sandi untuk merespons kecurangan tersebut lewat prosedur hukum yang berlaku.
Kemudian Ijtimak meminta masyarakat mengawasi proses hukum terkait kecurangan. Selain itu, Ijtimak meminta KPU dan Bawaslu mendiskualifikasi Joko Widodo-Ma'ruf Amin karena diduga melakukan kecurangan.
(wk/nris)