Sandiaga Uno Minta Situng KPU Diaudit Demi Pemilu yang Berkualitas
Nasional

Sandiaga Uno menilai bahwa laporan kecurangan tak hanya datang dari kubunya tetapi juga kubu Jokowi-Ma'ruf sehingga KPU perlu melakukan audit untuk memastikan Pemilu berjalan jujur dan adil.

WowKeren - Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno meminta agar Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) diaudit. Hal ini guna menyikapi banyak terjadinya kesalahan saat proses input suara di Situng.

Ia mengungkapkan bahwa sudah ada sejumlah aktivis yang menemukan persoalan terkait Situng ini. Oleh sebab itu untuk menghindari tuduhan bahwa Situng menguntungkan Paslon tertentu, maka KPU perlu segera melakukan audit.

"Aktivis-aktivis sudah menemukan begitu banyak permasalahan terkait data entry di Situng," kata Sandiaga dilansir dari Kompas, Senin (6/5). "Oleh karena itu perlu sistem ini diaudit agar tuduhan bahwa ini berpola dan hanya menguntungkan Paslon tertentu itu bisa dihindarkan."

Sandiaga meluruskan bahwa permintaannya agar KPU melakukan audit bukan karena suaranya dengan Prabowo Subianto kalah dari Paslon petahana. Melainkan, hal itu demi mengedepankan pelaksanaan Pemilu yang berkualitas.


Sebab, pihak yang melaporkan adanya kecurangan bukan hanya kubu Prabowo saja tetapi juga kubu Joko Widodo alias Jokowi. Dengan kata lain, hal ini bukan bicara mengenai menang atau kalah tetapi demi demokrasi itu sendiri.

"Karena ini bukan hanya soal kalah menang, yang melaporkan kecurangan ini dua kubu, baik di 01 atau 02," tutur Sandiaga. "Untuk memastikan Pemilu jujur adil dan kita menghadirkan pemilu yang berkualitas, sudah saatnya kita audit apa yang terjadi sampai berulang kali terjadi kesalahan data entry."

Sebelumnya, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga telah membuat laporan ke Bawaslu mengenai permasalahan di Situng KPU. BPN meminta agar proses Situng yang saat ini sedang berlangsung dihentikan.

Sementara itu, Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) meminta agar KPU tidak memandang sebelah mata kesalahan yang terjadi dalam Situng . Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini menilai tidak cukup jika KPU hanya mengumumkan bahwa terjadi kesalahan tetapi sudah diperbaiki.

"Tetapi juga apa yang sudah dilakukan KPU. Apakah itu murni kesalahan kelalaian atau ada kesengajaan untuk membuat gaduh dan kisruh," tutur Titi masih dilansir dari Kompas, Senin (6/5). "Jadi jangan hanya mengatakan sudah memperbaiki."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait