Amien Rais Pamer Buku 'Jokowi People Power' Saat Diperiksa Polisi, TKN Sindir Caper di Depan Media
Nasional

Amien Rais memenuhi panggilan polisi terkait kasus dugaan makar Eggi Sudjana pada hari ini (24/5). Kala hendak menunaikan salat Jumat, Amien memamerkan buku berjudul 'Jokowi People Power'.

WowKeren - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, memenuhi panggilan polisi terkait kasus dugaan makar Eggi Sudjana pada hari ini (24/5). Kala mendatangi Polda Metro Jaya, Amien rupanya membawa buku berjudul "Jokowi People Power".

Diketahui, Amien tiba di gedung Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya sekitar pukul 11.39 WIB. Amien lantas keluar dari ruang penyidik untuk menunaikan salat Jumat di Masjid Al-Kautsar Polda Metro Jaya. Kala itu, ia ditemani sejumlah orang yang tergabung dalam tim pengacaranya.


Kala keluar dari ruang penyidik itulah, Amien memamerkan buku "Jokowi People Power" tersebut. Buku tersebut terus dipegangnya selama berjalan ke masjid.

Meski demikian, Amien tidak memberikan tanggapan kala ditanyai mengenai buku itu. "Nanti-nanti ya, mau Jumatan dulu, lebih penting Allah," tutur Amien.

Menanggapi aksi Amien tersebut, Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin pun memberikan sindiran. Menurut TKN Jokowi-Ma'ruf, Amien hanya sekadar mencari perhatian.

"(Amien Rais) coba mencari perhatian di depan media dengan membawa buku berjudul 'Jokowi People Power'," tutur juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily, pada Jumat (24/5). Selain itu, Ace juga menduga bahwa Amien belum membaca buku "Jokowi People Power" tersebut.

Pasalnya, menurut Ace, narasi people power dalam buku tersebut berbeda dari definisi yang dimiliki Amien. "Nampaknya Amien Rais belum membaca buku itu. Karena people power yang ada di buku itu jauh berbeda dengan ajakan dugaan makar people power Amien Rais," ungkap Ace.

Politisi Golkar tersebut lantas menjelaskan bahwa buku tersebut bukan ditulis oleh Jokowi sendiri. Melainkan ditulis oleh Bimo Nugroho dan M Yamin Panca Setia. Dalam buku tersebut, tutur Ace, narasi people power dititikberatkan pada kekuatan rakyat yang mendukung Jokowi sesuai konstitusi.

"Pertama, buku People Power itu bukan dibuat oleh Jokowi, seperti yang coba disimbolkan oleh Amien, melainkan dibuat oleh Bimo Nugroho dan M Yamin Panca. Jadi Amien Rais mencoba menyesatkan publik dalam hal ini," tegas Ace. "Kedua, isi buku tersebut justru menjelaskan 'people power' adalah kekuatan rakyat yang berbentuk dukungan melalui mekanisme Pemilu yang sah dan resmi kepada Jokowi, sosok yang bukan berasal dari elite politik."

Oleh sebab itu, narasi people power dalam buku tersebut sangat berbeda dengan yang selama ini digaungkan oleh Amien. "Tentu berbeda dengan people power yang digaungkan Amien Rais yang jelas melawan hukum. Amien mengajak rakyat tidak percaya terhadap institusi hukum dan negara dengan cara turun ke jalan, yang kita semua tahu kemarin berakhir ricuh dan merugikan people," pungkas Ace.

You can share this post!

Related Posts