Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon meminta agar percakapan antar Prabowo dan Luhut tidak menjadi urusan nasional. Hal ini terkait manifes Prabowo ke luar negeri.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 31 Mei 2019 - 13:25 WIB
WowKeren - Influencer Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo alias Jokowi-Ma'ruf Amin, Ruhut Sitompul, mengatakan tidak ada tujuan politis terkait percakapan Capres 02 Prabowo Subianto dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Ruhut menegaskan bahwa Prabowo dan Luhut sudah berkawan baik sejak lama.
"Tidak adalah, mereka berkawan. Kalian saja yang mau misahkan, dan Pak Jokowi tahu perkawanan itu," kata Ruhut, Kamis (30/5). "Karena itu, Pak Luhut yang disuruh kok kalian menghalangi orang berkomunikasi, siapa dia? (Fadli Zon)."
Ia mengingatkan agar kontak antar keduanya tidak dihalang-halangi. Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mempersoalkan percakapan Prabowo dan Luhut yang menjadi urusan nasional. Hal ini terkait manifes Prabowo ke luar negeri.
"Dia kan pegawai Pak Prabowo. Ini antara dua sahabat kontak tidak boleh kita larang," tegas Ruhut. "Kita menghadapi semua musyawarah kalau memang bisa diselesaikan dengan baik kenapa mesti ribut."
Luhut kemudian kembali menyinggung aksi massa pada 22 Mei lalu. Ia menduga ada pihak ketiga sebab meskipun Prabowo sudah menyerukan para pendukungnya untuk damai namun aksi kerusuhan masih terus berlangsung. Ia menegaskan bahwa Prabowo adalah orang yang patut dihormati.
"Mereka sadar nggak citra Pak Prabowo kayak gimana karena tegas aku katakan, Pak Prabowo itu tokoh yang dihormati," tegas Ruhut. "Tapi stigma kejadian '98 bapak di belakangnya, karena 2019, 21-22 Mei, jangan nanti gara-gara anak buah bapak stigmanya di belakangnya bapak. Pak Prabowo kan baik, pulang ke rumah dan aksi damai tapi datang pihak ketiga jadi ada korban."
Ruhut menuturkan bahwa percakapan itu pertama dibuka oleh adik Luhut, Doris Pandjaitan. Doris waktu itu bercerita bahwa Prabowo menelepon Luhut.
"Yang buka pertama itu dalam pertemuan adik Pak Luhut, Bu Doris," jelas Ruhut. "Bu Doris cerita waktu itu saya juga ada, jadi yang cerita Bu Doris, kawan-kawan tanya oh iya saya juga ada di situ kan itu saja."
(wk/zodi)