Hal tersebut diungkapkan Wiranto kala ditanyai apakah ia telah memaafkan tersangka rencana pembunuhannya. Wiranto pun menyebut bahwa hukum harus dibiarkan berproses secara adil dan transparan.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 06 Juni 2019 - 10:08 WIB
WowKeren - Penyidikan para tersangka yang merencanakan pembunuhan 4 tokoh nasional masih berjalan hingga kini. Salah satu pejabat yang menjadi target pembunuhan, Menko Polhukam Wiranto, pun menyebut bahwa kasus hukum memang tidak akan selesai dengan memaafkan. Hal ini diungkap Wiranto kala ditanyai apakah dirinya telah memaafkan tersangka.
"Saya enggak masuk ke sana (memaafkan). Hukum tetap berjalan ya, hukum tidak selesai dengan memaafkan," tutur Wiranto di rumah dinasnya pada Rabu (5/6). "Hukum itu ada aturan-aturan sendiri. Justru kalau kita memaafkan terus selesai malah justru melanggar hukum."
Menurut Wiranto, hukum harus dibiarkan berproses secara adil dan transparan. Pasalnya, Indonesia merupakan negara hukum yang akan memberi sanksi bagi siapa pun yang melanggar aturan.
"Jadi biarlah hukum berjalan secara adil, transparan dan jujur. Tidak ada tendensi kebencian, tidak ada tendensi politik. Biarkan hukum berjalan," jelas Wiranto. "Negara hukum itu, siapapun yang melanggar hukum kena sanksi hukum. Itu saja."
Tak hanya itu, Wiranto juga meminta agar masalah lain tak dicampuradukkan dengan penegakan hukum. Ia pun kembali menegaskan bahwa proses penanganan kasus rencana pembunuhan tersebut masih berjalan.
"Jangan dicampuri dengan masalah-masalah lain. Sekarang sedang berjalan kok," ujar Wiranto. "Biar saja kalau pun ada keringanan, misalnya mentok itu diskresi dari aparat penegak hukum, silakan saja. Tidak ada masalah."
Sebelumnya, Wiranto juga sudah pernah meminta agar tak ada pihak yang berspekulasi soal rencana pembunuhan tersebut. Hal itu dinyatakan Wiranto menanggapi Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu yang menilai rencana pembunuhan itu hanyalah omongan belaka.
"Saya kira begini, ini kan proses hukum sudah jalan," tutur Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam pada Jumat (31/5). "Jadi enggak usah kita berspekulasi."
Diketahui, rencana pembunuhan tersebut dirancang oleh kelompok yang berniat untuk menunggangi Aksi 22 Mei. Selain Wiranto, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Kepala BIN Budi Gunawan, dan Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen Gories Mere, juga menjadi target pembunuhan tersebut.
(wk/Bert)