Pemerintah disebut tengah membentuk tim khusus, bekerja sama dengan negara lain, untuk mengkaji permohonan ini. Nantinya tim ini yang akan menentukan layak atau tidaknya mereka kembali ke Indonesia.
- Elvariza Opita
- Jumat, 19 Juli 2019 - 18:56 WIB
WowKeren - Diketahui Warga Negara Indonesia (WNI) mantan kombatan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) tengah memohon agar pemerintah memulangkan mereka. Pasalnya saat ini ISIS sudah berhasil dikalahkan oleh pemerintah setempat dan para anggotanya tengah diproses hukum.
Indonesia pun seketika ramai oleh pro dan kontra terkait permintaan tersebut. Tentu saja mayoritas masyarakat menolak permohonan itu dengan dalih khawatir paham radikalisme mereka bisa memperburuk keamanan nasional.
Namun sepertinya pemerintah Indonesia punya pandangan yang berbeda. Dilansir dari Viva, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengaku pemerintah tengah membentuk tim khusus yang akan menangani pemulangan mantan anggota ISIS tersebut. Ia menyebut tim ini akan melibatkan pemerintah negara lain.
"Ini kan tidak bisa diselesaikan oleh kita sendiri, oleh Indonesia sendiri, karena menyangkut negara lain," ujar Wiranto saat ditemui di Kantor Kemenko Polhukam di Jakarta, Jumat (19/7). "Maka perlu ada task force yang nanti akan kita tugaskan mendalami masalah ini dan langkah yang terbaik itu bagaimana."
Tim khusus inilah, ujar Wiranto, yang nanti akan menentukan layak atau tidaknya para anggota ISIS untuk dipulangkan. Beberapa hal harus dipastikan seperti para anggota ISIS itu tidak akan menyebarkan paham radikalisme di Indonesia.
"Yang pasti jangan sampai merugikan Indonesia," terangnya. "Jangan sampai kita memulangkan bibit-bibit penyakit yang sudah di brain wash untuk anti-Pancasila dan anti-NKRI untuk kembali ke Republik Indonesia yang kita cintai."
Mantan Panglima ABRI ini pun mengonfirmasi soal proses hukum yang dilakukan pemerintah Suriah dan sekitarnya terhadap para mantan kombatan ISIS. "Ada usaha-usaha pemerintah di sana untuk melakukan proses hukum bagi laki-laki yang nyata-nyata terlibat di dalam gerakan ISIS di sana," tuturnya.
Wiranto pun mengungkapkan hingga saat ini ada sekitar 120 orang WNI mantan anggota ISIS di pengungsian. Kebanyakan dari mereka merupakan perempuan dan anak-anak.
"Sekarang kira-kira masih ada 120 (orang) yang ditampung di camp-camp perbatasan antara Suriah dan Irak," pungkasnya. "Tapi kebanyakan perempuan dan anak-anak, laki-lakinya nggak ada."
(wk/elva)