Sampah telah menjadi persoalan lama yang tak kunjung bisa diselesaikan bahkan setelah gubernur DKI Jakarta berganti beberapa kali. Sampah di ibu kota kian meningkat dari waktu ke waktu.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 30 Juli 2019 - 11:44 WIB
WowKeren - Ketua Fraksi NasDem Bestari Barus meminta Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk mengurusi pengelolaan sampah di DKI Jakarta. Ia mengatakan bahwa tempat pembuangan sampah di Bantargebang, Kota Bekasi, akan overload pada 2021 mendatang.
Terkait hal ini, Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta memberikan kritik keras. Ketua Fraksi Gerindra Abdul Ghoni mengatakan bahwa kondisi Jakarta sebagai Ibu Kota negara tidak bisa disamakan dengan Surabaya.
"Saya pikir orang bicara seperti itu, cuma kegalauan saja," kata Ghoni dilansir dari Detik, Selasa (30/7). "Kalau dibandingkan Surabaya ya beda. DKI kan ibu kota, kalau sebagai ibu kota, anggaran tinggi."
Masalah sampah telah menjadi persoalan lama yang tak kunjung bisa diselesaikan meskipun gubernur DKI sudah berganti beberapa kali. "Dari dulu, zaman Sutiyoso, terakhir Djarot juga tidak ada penyelesaian sampah," ujar Ghoni.
Ghoni menilai bahwa Intermediate Treatment Facility (ITF) bisa menjadi solusi untuk mengatasi jumlah sampah yang kian meningkat. Saat ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sedang membangun ITF di Sunter, Jakarta Utara. Ia kemudian menyinggung kapasitas TPA Bantargebang yang sudah kelebihan muatan.
"Pas tahun 2004 saya kan anggota dewan, saya juga menawarkan dulu kan zamannya Pak Sutiyoso, itu nggak banyak, hampir Rp 2,5 sampai Rp 3 T, selesai, itu 4 ribu sampai 5 ribu ton (per hari)," jelas Ghoni. "Sekarang kan sampai 7 atau 8 ribu (ton per hari). (TPA) Bantargebang kan sudah overload. Salah satu jalan kan membuat ITF di utara, barat, timur, selatan, juga kita cari."
Sebelumnya, Bestari menawari Risma apakah bersedia menjadi Gubernur DKI dan menyelesaikan masalah sampah di sana. "Apakah Ibu Risma mau kita boyong ke Jakarta dalam waktu dekat? Masalah sampah ini bisa terselesaikan kalau Pilkada mendatang Bu Risma pindah ke Jakarta," kata Bestari di Ruang Sidang Balai Kota Surabaya, Senin (29/7).
(wk/zodi)