Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade, memberikan surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo terkait rencana pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 01 Agustus 2019 - 19:27 WIB
WowKeren - Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade, memberikan surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo. Surat terbuka tersebut terkait dengan rencana pemindahan Ibu Kota ke dari DKI Jakarta ke Kalimantan.
Andre menanyakan perihal sumber dana pemindahan Ibu Kota. "Terkait rencana pemindahan Ibu Kota negara dari Jakarta ke Pulau Kalimantan, saya sebagai rakyat Indonesia ingin menanyakan sumber pembiayaan di mana harus dibangun infrastruktur dan fasilitas lainnya untuk menunjang ibu kota baru," tutur Andre dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (1/8).
Andre menilai bahwa dana APBN tidak akan cukup menanggung rencana pemindahan dan pembangunan Ibu Kota baru. Ia menjelaskan sejumlah faktor terkait hal ini.
"Bapak Presiden Jokowi, dana APBN kita tidak akan cukup menanggung rencana pembangunan ibu kota baru yang menelan biaya sekitar Rp 466 triliun, karena kondisi penerimaan pajak yang rendah dan kebutuhan belanja yang cukup besar dalam 5 tahun ke depan," jelas Andre. "Jalan pintasnya, pemerintah dipaksa terbitkan surat utang dengan bunga tinggi. Jika diasumsikan, utang naik Rp 466 triliun maka rasio utang terhadap PDB akan bengkak menjadi 38,7 persen."
Jokowi, tutur Andre, kemungkinan akan menugaskan BUMN karya untuk dana pembangunan Ibu Kota baru. Hal ini dinilainya akan menjadi beban keuangan BUMN.
Menurut Andre, proyek pemindahan Ibu Kota bukan proyek komersil lantaran bangunan pemerintah sifatnya lebih ke pelayanan publik. Andre juga menilai ada risiko missmatch yang dapat mengakibatkan BUMN terancam tak bisa membayar.
"Usia bangunan yang sudah tua mau dihargai berapa?" ujar Andre. "Kalau dijual apa bisa menutup biaya pembangunan gedung baru?"
Sementara itu, Andre juga mengklaim bahwa kondisi ekonomi negara sedang melemah. Pengangguran masih banyak dan daya beli masyarakat mengalami penurunan.
"Bapak Presiden, sekiranya surat terbuka dari saya ini bisa menjadi masukan untuk Bapak bisa melihat nasib anak cucu generasi bangsa kita jauh ke depan. Banyak PR di negara kita, anggaran kementerian kita dipangkas karena uang negara tidak ada, apakah kita akan menambah utang dari China," tutur Andre. "Lebih baik memikirkan nasib anak bangsa kita baik dari segi pendidikan, kesehatan dan terciptanya lapangan pekerjaan yang jauh lebih penting dan dibutuhkan rakyat."
(wk/Bert)