Pindah Ibu Kota Butuh Rp 400 Triliun Lebih, Fadli Zon Ingatkan Utang BPJS
Nasional

Seperti diketahui, lembaga pemerintah seperti BPJS Kesehatan sedang dalam masa sulit dimana defisit yang dialami kian menumpuk hingga berbuntut pada kenaikan iuran yang diprotes banyak pihak.

WowKeren - Memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur memang tidak mudah. Seabrek persiapan harus dimatangkan, termasuk pemenuhan anggaran. Pemindahan ibu kota disebut-sebut memerlukan dana lebih dari Rp 400 triliun.

Hal ini menjadi sorotan bagi Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. Fadli menilai bahwa masih ada masalah lain yang mendesak untuk diselesaikan daripada pemindahan ibu kota, apa lagi mengingat dana yang diperlukan juga tidak bisa dibilang kecil.

Menurut Fadli, dana sebesar itu bisa dialokasikan ke sesuatu yang memang memiliki urgensi tinggi untuk diselesaikan. Seperti diketahui, BPJS Kesehatan hingga saat ini masih terbelit masalah utang yang jumlahnya mencapai puluhan triliun. Tak hanya itu, Fadli juga mendesak agar Jokowi segera menyelesaikan masalah Papua.

"Lebih baik selesaikan masalah defisit BPJS Kesehatan, utang," kata Fadli di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (3/9). "Dan lebih penting lagi selesaikan masalah di Papua."


Lebih lanjut ia menilai bahwa kebijakan yang dikeluarkan oleh Jokowi terkesan berantakan dan tidak runtut. Padahal menurutnya, sebagai presiden Jokowi harus bisa membuat kebijakan berdasarkan tingkat prioritas masalah yang harus diselesaikan.

"Dari perspektif kebijakan publik ini menganut model mungkin disebut garbage can," tegas Fadli. "Artinya tidak bisa memilih apa yang jadi prioritas yang harus diselesaikan."

Meski demikian, bukan berarti Fadli tidak menyetujui rencana pindah ibu kota. Ia mengatakan bahwa pindah ibu kota sah-sah saja dilakukan. Banyak negara yang juga telah melaksanakan kebijakan tersebut. Namun, perlu juga diperhatikan bahwa kondisi perekonomian juga harus stabil.

"Dengan syarat kondisi ekonomi kita baik, kemiskinan teratasi, pengangguran teratasi, kemudian utang, defisit neraca perdagangan beres, persoalan pangan, energi beres, baru masuk akal," jelas Fadli. "Sekarang ini pindah ibu kota dasarnya apa? Urgensinya apa? Kita tidak melihat ini jadi kebutuhan rakyat saat ini, mungkin nanti iya."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait