Dalam menyampaikan kritiknya, Ketua Umum Partai Gerindra merujuk pada konsep insanity dimana seseorang mengharap hasil yang berbeda dengan melakukan cara yang sama.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 26 September 2019 - 19:15 WIB
WowKeren - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kembali melayangkan kritik untuk Menteri Keuangan Sri Mulyani. Kali ini terkait cara Menkeu dalam menangani utang negara.
Prabowo menilai bahwa "rumus" yang dipakai oleh Sri selama ini kurang tepat. Sebab alih-alih utang negara berkurang, justru kian bertambah.
"Menkeu agak pintar, jangan terlalu pintar, kalau pintar jelimet (rumit/bahasa Jawa) ya kayak Einstein tadi," kata Prabowo di Bogor, Kamis (26/9). "Rumus salah dipakai terus, kurang uang utang, kurang uang utang. Kapan dibayar utang itu?"
Adapun konsep Einstein yang dikutipnya adalah tentang insanity. Konsep ini menggambarkan seseorang yang melakukan sesuatu yang sama dengan cara yang sama tapi mengharapkan hasil berbeda.
"Einstein pernah katakan bahwa insanity itu orang gila. Kegilaan itu adalah 'insanity is doing the something over, and over again and expecting different results'. Ini gila," jelas Prabowo. "Jadi Indonesia ya boleh jangan gila lah. Ini Einstein loh (yang katakan), bukan Prabowo yang bilang, aku hanya kutip."
Prabowo menilai bahwa maksud dari kutipan Einstein tersebut adalah jika suatu rumus tidak berhasil maka tidak perlu dipakai lagi. "Einstein katakan 'sudah kalau nggak berhasil, cari yang lain'," tegas mantan Danjen Kopassus tersebut.
Tak hanya Menkeu, ia juga kembali menyindir para pejabat negara. Prabowo mengingatkan agar mereka meninggalkan sistem neoliberalisme yang tidak cocok untuk diterapkan di Indonesia.
"Mohonlah menteri-menteri dan pejabat negara dan siapa tahu yang akan jadi menteri 20 hari lagi, mbok ya menteri-menteri tuh buka buku, baca," ujar Prabowo melanjutkan. "Sistem neolib tidak berhasil untuk negara seperti kita. Di Barat, di Amerika, di mana-mana juga ujungnya sebetulnya sudah ninggalkan neolib."
Kritik keras untuk Kementerian Keuangan bukan baru pertama kali ini terjadi. Sebelumnya, Sri Mulyani sempat dijuluki sebagai 'menteri pencetak utang'. Hal tersebut berangkat dari fenomena utang Indonesia yang terus bertambah.
(wk/zodi)