Pengamat Media Ungkap Kemungkinan Alasan Sanki KPI Tak Bikin Jera Stasiun Televisi
Instagram/kpipusat
TV

Pengamat Media dari Universitas Indonesia (UI) Amelia Hezkasari Day mengungkapkan kemungkinan penyebab mengapa sanksi dari KPI tidak membuat jera stasiun televisi.

WowKeren - Belum lama ini program acara “Pagi Pagi Pasti Happy” kembali mendapatkan teguran dari Komisi penyiaran Indonesia (KPI). Kendati demikian, acara yang dipandu oleh Uya Kuya tersebut harus diberhentikan sementara selama 5 hari penayangan.

Bukan untuk yang pertam kali, teguran ini adalah yang ketiga kalinya dilayangkan oleh KPI Pusat untuk program yang dipandu oleh Uya Kuya tersebut. Sebelumnya, tayangan tersebut juga pernah mendapatkan sanksi penghentian sementara pada 2018.


Tak hanya Trans TV, pada awal Oktober KPI juga memberikan teguran pada program “Hotman Paris Show” di INews TV. Teguran ini juga membuat program tersebut diberhentikan sementara.

Melihat ini, tampaknya teguran hingga sanksi yang diberikan oleh KPI untuk program acara televisi seakan tidak membuat jera. Pengamat Media dari Universitas Indonesia (UI) Amelia Hezkasari Day menilai, sanksi dari KPI memang tak membuat stasiun televisi dan rumah produksi jera.

Bahkan pihak stasiun televisi mengakali teguran dari KPI ini dengan mengganti judul program. Seperti tayangan program “Empat Mata” di Trans7 yang berubah menjadi “Bukan Empat Mata” lalu menjadi “Ini Baru Empat Mata”.

Fenomena ini menurut Amelia, terjadi karena KPI tidak dapat memberikan sanksi khusus. “KPI-nya kan mandul,” ujar Amelia saat dilansir dari Kompas.com, Selasa (8/10). “Jadi KPI enggak bisa ngasih sanksi yang lebih berat daripada sanksi tidak boleh tayang.”

Awal mula pembentukan KPI yang bertujuan untuk memberikan sanksi dan mencabut izin tampaknya sudah berpindah menjadi wewenang Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Sehingga saat ini KPI hanya bisa memberikan sanksi berupa teguran tertulis 1 hingga 3 untuk kemudian memutuskan penghentian sementara program yang dianggap bermasalah.

“Kayak semacam peringatan tertulis supaya enggak berbuat salah lagi,” tandas Amelia. “Secara kasar bisa aja (program) stasiun TV ganti nama, ganti presenter.”

You can share this post!

Related Posts
Loading...