Pemkot Surabaya Klaim Sudah Tangani Semburan Lumpur di Kutisari
Nasional

Lumpur bercampur air dan minyak serta berbau gas yang menyembur di Kutisari, Surabaya masih belum berhenti. Namun pihak Pemkot Surabaya mengaku sudah menemukan solusi untuk permasalahan tersebut.

WowKeren - Semburan lumpur bercampur minyak dan air serta berbau gas di Kutisari Utara III, Surabaya akhirnya mulai bisa ditangani dengan baik. Kendati lumpur masih menyembur, pihak Pemerintah Kota sudah mendapatkan solusi untuk mengatasi semburan tersebut. Yakni dengan memilah setiap elemen di dalam lumpur sehingga bisa diolah lebih lanjut.

"Sudah dipasang alat itu (separator), Kamis (10/10)," kata Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini ketika ditemui awak media di Balai Kota, Senin (14/10). "Nantinya yang air dibuang ke selokan dan yang minyak ditampung (di profile tank)."

Lumpur yang sudah terpisah dari air pun lantas dipilah lebih lanjut di profile tank. Risma pun mengaku sudah mengerahkan BPB Linmas untuk menangani minyak yang sudah dipisahkan dengan alat separator tersebut.

"Dadi saiki duwe minyak, jarene warga onok seng dodol iku (Jadi sekarang ada sumber minyak, katanya warga seperti yang biasa dijual itu)," seloroh Risma, dilansir dari Detik News. "Makanya saiki tak kongkon belajaran nyuling, lumayan gawe ngoprasionalno pompa banyu buat siram-siram (Makanya sekarang saya suruh belajar menyuling, lumayan untuk mengoperasikan pompa air untuk menyiram taman)."


Menurut Risma, saat ini tim dari BPB Linmas tengah mempelajari cara untuk menyuling minyak mentah tersebut. "Jadi sekarang minyaknya sudah terkumpul dan yang menangani Pak Eddy Linmas," jelas Risma.

Lebih lanjut, Risma juga turut menjelaskan soal intensitas dan lama semburan lumpur tersebut. Menurut informasi yang dihimpunnya, lumpur tersebut akan berhenti menyembur dengan sendirinya. Apalagi karena cuaca sedang kemarau seperti sekarang ini.

"Katanya ahli-ahli akan berhenti sendiri. Sudah ada info dari Kementerian ESDM akan berhenti sendiri," papar Risma. "Jadi nggak lama berhenti, karena panas (kemarau)."

Sementara itu pengadaan separator ini merupakan kelanjutan dari permintaan yang dikemukakan Kementerian ESDM Jawa Timur beberapa waktu lalu. Kala itu pihak ESDM mendesak Risma agar mengeluarkan status darurat agar separator bernilai Rp 150 juta dapat segera diadakan.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!