Istana Ungkap Alasan Jokowi Batal Cari Menteri di Bawah 30 Tahun
Twitter/KSPgoid
Nasional

Presiden Jokowi sempat menyatakan kenginannya untuk merekrut menteri-menteri muda di bawah usia 30 tahun. Namun rupanya keinginan itu batal terwujud di Kabinet Indonesia Maju.

WowKeren - Presiden Joko Widodo telah mengumumkan dan melantik para punggawa di Kabinet Indonesia Maju. Tercatat ada 34 menteri yang dilantiknya pada Rabu (23/10) kemarin. Komposisinya pun diketahui cukup berimbang, sesuai keinginan Jokowi untuk melengkapi kabinetnya dengan lebih banyak sosok profesional ketimbang perwakilan partai politik.

Namun ada satu "janji" Jokowi yang tak terpenuhi di kabinet tersebut. Yakni tidak adanya sosok menteri muda di bawah usia 30 tahun. Padahal, sebelumnya, sang presiden sudah beberapa kali sesumbar siap merekrut menteri muda dari kalangan milenial.

Untuk diketahui, menteri termuda di Kabinet Indonesia Maju adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Mantan bos startup GoJek itu diketahui masih berusia 35 tahun. Sedangkan dari kalangan wakil menteri, sosok Angela Tanoesoedibjo lah yang termuda, yakni berusia 32 tahun.

Terkait dengan tidak adanya menteri muda di bawah usia 30 tahun ini, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno pun angkat bicara. Menurut Pratikno, Jokowi memang membatalkan niatnya untuk merekrut menteri di rentang usia 20-30 tahun.

Batalnya niat sang presiden pun bukannya dilakukan tanpa alasan. "Kita juga berpikir jangan sampai anak-anak muda yang pengalamannya belum kuat (jadi menteri)," ujar Pratikno kala ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (24/10).


Lebih lanjut, menurut Pratikno, Jokowi sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mencari calon menteri dari kalangan kaum muda. Namun demikian, sejak awal Jokowi memang tak ingin memaksakan harus ada menteri muda di kabinetnya apabila tidak menemukan sosok yang tepat.

"Kalau kita menemukan anak muda yang pengalaman birokrasinya kuat, ya jalan," jelas Pratikno seperti dikutip dari laman Kompas, Jumat (25/10). "Tetapi kalau enggak menemukan jangan sampai nanti malah justru me-downgrade dia."

"Justru dalam usia potensial, generasi muda potensial kita beri tugas yang berat, dia malah tidak perform kan dia kasihan," pungkas Pratikno. "Intinya begitu. Presiden (sudah) berusaha keras mencari."

Sebelumnya, Jokowi sudah berkali-kali menegaskan keinginannya untuk memasukkan sosok-sosok muda dalam kabinet pemerintahannya. Walaupun menemui banyak komentar miring, Jokowi diketahui tetap "mengotot". Lantas, apa alasannya?

Rupanya Jokowi mempertimbangkan soal dunia digital yang belakangan ini sudah "menguasai" dunia. "Keterampilan yang dibutuhkan sekarang berbeda. Karena itu menteri harus paham dunia digital," jelas Jokowi di Istana Bogor, 22 Agustus 2019.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait