Pemimpin ISIS, yakni Abu Bakar al-Baghdadi, dikabarkan telah tewas dengan meledakkan diri bersama ketiga anaknya di dalam terowongan pada Sabtu (26/10) malam.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 29 Oktober 2019 - 08:39 WIB
WowKeren - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa pemimpin ISIS, yakni Abu Bakar al-Baghdadi, sudah tewas dalam operasi penyerbuan tentara AS di wilayah Barisha, Suriah. Baghdadi disebut meledakkan diri bersama ketiga anaknya di dalam terowongan pada Sabtu (26/10) malam.
Jenazah Baghdadi lantas dikabarkan dibuang ke laut. Kabar ini didapatkan dari seorang seorang pejabat AS dan juga sumber AFP di Pentagon.
Meski demikian, pejabat tersebut tidak menyebutkan secara rinci kapan dan di laut mana jenazah Baghdadi dibuang. Pejabat itu hanya menyebut bahwa keputusan AS membuang jenazah Baghdadi ke laut sama halnya dengan pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden yang terbunuh dalam serangan pasukan khusus AS di Pakistan pada 2011 silam.
Sementara itu, Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Mark Milley, mengaku tidak ada yang terluka dalam operasi serangan ke Suriah pada Sabtu lalu. Ia pun menjelaskan bahwa pihaknya berhasil memindahkan jenazah Baghdadi yang meledakkan diri di dalam terowongan.
"Jasad Baghdadi kemudian diangkut ke fasilitas yang aman untuk kami konfirmasi identitasnya dengan tes DNA forensik," terang Milley. "Pembuangan jenazahnya telah dilakukan, lengkap, dan ditangani dengan tepat, sesuai dengan hukum konflik bersenjata."
Sebelumnya, Trump telah mengapresiasi penyelesaian misi dari pasukan operasi khusus tentara AS yang berujung pada tewasnya Baghdadi. Trump menilai bahwa tindakan para tentara AS yang akhirnya dapat membunuh pimpinan ISIS yang sudah mereka buru selama bertahun-tahun tersebut adalah aksi heroik.
"Pasukan Operasi Khusus AS melancarkan serangan malam hari yang berbahaya dan berani di Suriah barat laut dan merampungkan misi secara sempurna," kata Trump. "Personel AS benar-benar luar biasa. Saya menyaksikan sebagian besar aksi mereka."
Di sisi lain, kabar tewasnya pemimpin ISIS ini telah ditanggapi oleh Direktur Yayasan Lingkar Perdamaian, Ali Fauzi, yang juga terlibat dalam program deradikalisasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Menurut Fauzi, kematian pimpinan ISIS tersebut bukanlah tanda berakhirnya ISIS.
Pasalnya, organisasi ini dikenal dengan slogannya "gugur satu tumbuh seribu". "Pergerakan ini bukan pergerakan individu, ini pergerakan organisasi. Slogan-slogan mereka itu gugur satu tumbuh seribu," ujar
(wk/Bert)