Mo Robinson (25), sopir truk yang mengangkut 39 mayat di Inggris,telah ditangkap oleh polisi setempat. Dalam persidangan yang digelar Senin (28/10) ia dikenakan 39 dakwaan salah satunya pembunuhan.
- Nidya Putri
- Selasa, 29 Oktober 2019 - 11:06 WIB
WowKeren - Truk kontainer yang berisi 39 mayat Warga Negara (WN) Tiongkok telah ditemukan di kawasan industri Grays, Essex, Inggris, Rabu (23/10) lalu. Polisi Inggris pun mengamankan supir truk kontainer tersebut yang bernama Mo Robinson (25).
Sidang perdana Robinson digelar pada Senin (28/10), di Pengadilan Chelmsford Magistrates Inggris. Pelaku yang muncul dengan kaus abu-abu itu didakwa atas 39 dakwaan. Di antaranya tuduhan pembunuhan, perdagangan manusia, migrasi ilegal, hingga pencucian uang.
Dalam persidangan tersebut, jaksa meyakini jika Robinson adalah bagian dari konspirasi perdagangan manusia dalam skala massal. Namun dalam sidang tersebut pria asa; Irlandia Utara itu hanya mengidentifikasi nama dan kebangsaannya saja tanpa membuat pernyataan.
"Kasus ini melibatkan jaringan global yang memfasilitasi perpindahan sejumlah besar imigran ke Inggris," kata jaksa penuntut umum, Ogheneruona Mercy Iguyovwe, dilansir Reuters, Selasa (29/10). Setelah persidangan tersebut, Robinson akan dikembalikan ke rumah tahanan hingga sidang keduanya 25 November 2019 mendatang. Dalam sidang keduanya yang digelar di Pengadilan Kriminal Pusat London, Old Bailey nanti, pelaku akan mengajukan pembelaannya.
Seperti yang diketahui, Robinson ditangkap setelah penemuan 39 mayat dalam kontainer membuat geger warga Essex. Ke-39 mayat tersebut terdiri dari 31 pria dan delapan perempuan, mayat tersebut diduga diselundupkan dari Pelabuhan Zeebrugge, Belgia, ke Pelabuhan Purfleet, Inggris, dengan kapal feri.
Penyebab tewasnya puluhan orang tersebut masih belum diketahui hingga kini. Namun, polisi menduga jika para korban kehabisan napas dan membeku akibat suhu dingin yang ada di dalam kontainer yang mencapai -25 derajat celcius.
Polisi Inggris sendiri awalnya menduga jika seluruh korban adalah WN Tiongkok. Namun Kedubes Tiongkok membantah telah menerima konfirmasi tersebut. Belakangan ini muncul dugaan jika sebagian korban tak hanya berasal dari Tiongkok namun juga dari Vietnam.
Dugaan ini muncul setelah beberapa hari usai penemuan para jenazah, sejumlah keluarga di Vietnam mengaku kehilangan anggota keluarganya dan khawatir jika salah satu kerabat mereka yang hilang adalah salah satu dari mayat yang ditemukan tersebut.
(wk/nidy)