Sebab jika tinggal diam dan tak memilih untuk menyuarakan penuntasan kasusnya, Novel Baswedan menilai hal itu sama saja mendukung pelaku untuk melakukan kejahatan serupa ke orang lain.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 01 November 2019 - 14:01 WIB
WowKeren - Kasus penyerangan yang terjadi pada penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan hingga kini masih belum menemui titik terang. Meski demikian, Novel tidak akan menyerah untuk menyuarakan agar kasusnya itu bisa segera ditangani. Ia mengaku bahwa dirinya sudah memaafkan pelaku penyerangan terhadap dirinya.
"Maka saya tidak akan pernah diam, saya tetap akan protes," kata Novel di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta Timur, Kamis (31/10). "Saya akan tetap konsisten untuk melawan bahwa orang-orang yang berjuang memberantas korupsi itu enggak boleh diserang, enggak boleh diganggu."
Novel pun mengungkapkan alasannya tetap gigih berjuang mengupayakan agar kasusnya terungkap. Sebab jika ia memilih untuk berdiam diri dan pasrah pada hasilnya, maka sama saja ia mendorong pelaku untuk melakukan aksi kejahatan serupa kepada orang lain.
Bukan hanya kekerasan pegiat antikorupsi, Novel menyebutkan bahwa segala bentuk pelanggaran HAM tidak boleh dibiarkan. Sebab jika pelaku dibiarkan dan kejahatan HAM merajalela di Indonesia maka hal itu akan menjadikan Indonesia negara barbar.
"Saya tetap akan terus bicara, terus mendesak, terus protes, tapi kapasitasnya tidak lagi kepentingan pribadi," tegas Novel. "Kenapa, karena saya sudah maafkan, saya sudah ikhlas dengan kejadian apa yang terjadi pada diri saya."
Novel pun menyadari jika perjuangan yang dilakukannya bukanlah tanpa risiko. Namun, ia percaya bahwa di balik itu ada kepentingan masyarakat yang sedang diperjuangkan sehingga ia pun tidak akan menyerah.
"Karena saya tahu berjuang ada risikonya, tapi karena saya melihat bahwa resiko yang ada itu sepadan dengan kepentingan masyarakat yang perlu diperjuangkan," lanjut Novel. "Maka saya lakukan."
Ia pun berharap pada Kapolri yang baru saja dilantik, Idham Azis, bisa menuntaskan kasusnya. Meskipun, tak dipungkiri bahwa dirinya merasa sedikit pesimis kasusnya bisa dituntaskan.
"Tentunya selain dari saya mengatakan bahwa sedikit agak pesimistis, sedikit kecewa," ujar Novel. "Tapi tetap mendesak kepada Pak Idham tetap punya tanggung jawab sebagai Kapolri untuk mengungkap."
(wk/zodi)