Begini Kata Warga Soal Asisten Masinis Viral yang Jajan di Warung
SerbaSerbi

Video asisten masinis PT KAI yang jajan di warung telah viral di media sosial baru-baru ini. Sejumlah warga sekitar stasiun di lokasi kejadian pun mengaku jika asisten masinis tersebut memang kerap jajan di warung untuk sekedar membeli gorengan.

WowKeren - Baru-baru ini dunia maya tengah dihebohkan oleh aksi asisten masinis yang kedapatan membeli makanan dengan "memarkirkan" kereta apinya tak jauh dari warung. Video asisten masinis yang tengah jajan tersebut diunggah oleh @Chamberalfi di Twitter tersebut lantas menjadi viral.

Dikutip Detikcom, sejumlah warga yang tinggal di stasiun Stasiun Kereta Api Parungkuda, Sukabumi yang menjadi tempat kejadian membenarkan jika posisi lokomotif memang selalu menjulur melintasi peron dan stasiun hingga ke pintu perlintasan.


"Memang selalu begitu, kepalanya selalu lewat menjulur dari stasiun, semua pengendara berhenti pintu perlintasan di tutup," kata warga setempat yang bernama Tedi, Jumat (8/11). "Paling lama sekitar 5 menit, setelah itu dibuka lagi seperti biasa."

Menurut cerita Tedi, warga setempat kerap mendapati asisten masinis yang viral itu turun dari kereta. Bahkan pemandangan tersebut sudah biasa, sambil menunggu penumpang naik dan turun biasanya laki-laki berseragam PT KAI itu kerap membeli jajanan ke warung atau membeli gorengan dekat stasiun. "Pernah saya lihat masinis turun, suka beli tahu tapi enggak sering juga," imbuhnya.

Sebelumnya, pihak PT KAI pun turut buka suara menanggapi video viral salah satu pegawainya tersebut. Senada dengan yang disampaikan warganet, KAI menyatakan bahwa lokomotif terpaksa "keluar" dari stasiun karena ukuran lokasi yang begitu kecil.

"Terkait video yang beredar luas di sosial media, Kami klarifikasi bahwa penutupan perlintasan sebidang tersebut bukan karena sedang menunggu asisten masinis dari Lokomotif CC 206 13 33," kata PT KAI dalam keterangan tertulis, Jumat (8/11). "Melainkan sedang menunggu penumpang naik dan turun kereta di Stasiun Parungkuda, Sukabumi."

"Setiap Kereta Api yang berhenti di Stasiun Parungkuda, Lokomotifnya akan menutup Jl. Parakan Salak yang tepat berada di ujung emplasemen stasiun. Hal tersebut dikarenakan stasiun yang kecil dan emplasemen stasiun yang tidak cukup panjang," imbuhnya.

"Sehingga posisi Semboyan 10 G yang merupakan tanda berhenti lokomotif berada sejajar dengan perlintasan sebidang. Kejadian penutupan perlintasan tersebut selalu terjadi setiap harinya dan merupakan hal yang normal terjadi di Stasiun Parungkuda."

You can share this post!

Related Posts
Loading...