Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dikabarkan akan menjadi bos di salah satu BUMN. Mendengar kabar tersebut mantan Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno pun menyampaikan pendapatnya.
- Nidya Putri
- Jumat, 15 November 2019 - 07:34 WIB
WowKeren - Kabar tentang mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok menjadi bos di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah beredar. Banyak pihak pun turut buka suara terkait hal tersebut, salah satunya mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.
Menurut Sandi dari sisi korporasi BUMN, penunjukan pimpinan komisaris dan direksi BUMN harus melalui satu program penilaian yang sangat komprehensif. "Saya melihatnya kalau dari sisi korporasi BUMN, itu kan penunjukan pimpinan komisaris dan direksi itu harus sudah melalui satu program yang sangat komprehensif ya," ujar Sandiaga Uno dilansir detikcom, Kamis (14/11).
"Kajiannya dari segi right man at the right place, background-nya dan juga kontribusi yang diharapkan kalau di dewan komisaris seperti apa dan di dewan direksi seperti apa, dan karena ini kita bicara BUMN yang milik rakyat tentunya proses itu juga saya yakin Pak Erick sangat menguasai karena dia dari dunia korporasi," sambungnya.
Sedangkan untuk aspek politik harus dipisahkan dalam penunjukkan tersebut. Karena siapapun yang masuk dalam BUMN tidak boleh berpolitik baik menjadi pengurus ataupun pimpinan dari partai politik.
Lebih lanjut, Sandi mengatakan jika dari sudut pandang korporasi menunjuk komisaris maupun direksi ada pertimbangannya dan melalui review matrix. Karenanya ia berharap agar masyarakat tak terlalu berspekulasi dengan kabar pengangkatan Ahok ke jajaran salah satu BUMN.
"Kalau kami dari korporasi sih sangat detail itu, untuk menunjuk komisaris dan menunjuk direksi pertimbangannya seperti apa akan melalui review matrix dan saya yakin kalau kita jangan terlalu berspekulasi, jangan men-judge, kita tunggu hasil kajian dari temen-temen di BUMN kita dengarkan pertimbangannya" paparnya.
"Ya saya lihat masukan dari masyarakat tentunya akan menjadi pertimbangan, dan karna ini akan menjadi pimpinan daripada BUMN besar BUMN strategis yang mengurus hajat hidup orang banyak tentu salah satu stakeholders-nya adalah masyarakat itu sendiri," lanjutnya.
Sebelumnya telah diketahui jika Ahok telah dipanggil oleh Menteri BUMN Erick Thohir untuk diajak bergabung dengan salah satu perusahaan pelat merah. Kendati demikian, Ahok mengaku masih belum tahu di BUMN mana dirinya akan ditempatkan. Jabatan yang akan diamanahkan kepadanya pun enggan ia beritahukan kepada media.
"Intinya kita bicara soal BUMN dan saya mau dilibatkan menjadi salah satu (petinggi) BUMN, gitu aja," ujar Ahok usai menemui Erick di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Rabu (13/11). "Jabatannya apa, BUMN mana, saya nggak tahu. Mesti tanya ke Pak Menteri, itu aja sih."
(wk/nidy)