Fenomena artis pamer kekayaan dan saldo ATM saat ini sedang nge-tren. Maman Suherman pun berpendapat hal ini justru mempermudah petugas menagih pajak mereka.
- Ruth Meliana
- Sabtu, 23 November 2019 - 12:40 WIB
WowKeren - Pamer isi saldo ATM belakangan ini telah menjadi tren di kalangan seleb Tanah Air seperti Raffi Ahmad, Barbie Kumalasari, Ria Ricis, Rizky Febian, hingga Nikita Mirzani. Pengamat Sosial Maman Suherman pun angkat berbicara mengenai fenomena pamer kekayaan di kalangan selebriti Tanah Air ini.
Pria yang kerap disapa dengan nama Kang Maman ini berpendapat jika fenomena pamer harta ini justru memiliki dampak positif. Dampak positif yang dimaksud adalah membantu pekerjaan petugas pajak dalam menagih dan mengejar pajak para artis tersebut.
"Kalau saya mau bercanda, pejabat publik di suruh bikin laporan harta kekayaannya susah," ujar Maman Suherman saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat baru-baru ini. "Tapi ini ada orang yang tidak punya kewajiban untuk itu justru memperlihatkan ke ranah publik dan mempermudah tugas pejabat publik untuk kejar pajak mereka."
Fenomena pamer saldo ATM sendiri diduga banyak dilakukan demi mendapatkan perhatian dari masyarakat. Apalagi saat ini seorang content creator dituntut untuk menciptakan konten-konten yang menarik.
"Ada orang-orang yang mengajak untuk menguak hal tersebut, seperti pamer ATM," tutur Maman. "Ini fenomena biasa di media sosial di mana orang-orang berebutan untuk mendapatkan status sosial, viral dan jumlah follower.
Menurut Maman, pamer saldo ATM juga sebagai bentuk eksistensi artis yang merupakan sebuah kebutuhan. Sebagian orang disebutkan Maman memang akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan hal tersebut.
"Kebutuhan akan eksistensi diri sama dengan kebutuhan makanan, minuman, sandang, pangan dan papan," jelas Maman. "Jadi, memang ada dalam hierarki kebutuhan manusia. Sehingga orang menggunakan berbagai cara demi pengakuan dan itu hal yang wajar."
Walau dinilai memang memiliki dampak positif untuk menghibur masyarakat juga, namun fenomena ini juga bisa menyinggung sejumlah masyarakat lainnya. Bahkan sebagian masyarakat yang julid tentunya akan menyinyiri pamer kekayaan tersebut. "Mungkin ada orang lain akan berpikir masih banyak orang yang susah makan tiga kali sehari sementara dia pemrin hal (kekayaan) seperti itu," tutup Maman.
(wk/lian)