Dalam pidatonya pada Sabtu (23/11) kemarin, Rektor Unhan mengaku membacakan pernyataan dari Menhan Prabowo Subianto yang meminta agar sejarah tentang pemberontakan dan kekejaman PKI kembali diajarkan di sekolah.
- Elvariza Opita
- Senin, 25 November 2019 - 07:49 WIB
WowKeren - Pada Sabtu (23/11) lalu, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sukses menuai sorotan masyarakat luas. Pasalnya Prabowo disebut-sebut meminta agar pemberontakan dan kekejaman Partai Komunis Indonesia (PKI) kembali diajarkan di sekolah.
Namun bukan Prabowo sendiri yang menyampaikan permintaan ini. Adalah Rektor Universitas Pertahanan, Letjen TNI Tri Legionosuko yang menyatakan hal tersebut kala membacakan pidato dari sang menteri yang berhalangan hadir dalam sebuah acara bedah buku dan diskusi panel.
"Saya harap guru sejarah di sekolah-sekolah menyampaikan sejarah pemberontakan dan kekejaman PKI yang benar kepada para siswa-siswi," kata Tri kala membacakan pidato Prabowo. "Komunisme telah mencatatkan lembaran hitam dalam perjalanan sejarah Bangsa Indonesia. Bahwa PKI selalu mencari cara dan kesempatan untuk melakukan kudeta di Indonesia."
Namun rupanya kebenaran pidato tersebut langsung dibantah oleh Partai Gerindra. Wakil Ketua Umum DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menyebut naskah pidato tersebut dibacakan tanpa persetujuan sang mantan calon presiden.
"Saya klarifikasi sebagai Waketum DPP Gerindra, bahwa pada saat acara, Prabowo sebagai Menhan tidak hadir," kata Sufmi, Minggu (24/11). "Tapi yang bacakan pidato adalah Rektor Unhan yang mengatasnamakan Menhan."
"Setelah kita cek, naskah tersebut tidak ada konfirmasi atau tidak ada persetujuan. Dan tidak ada kewenangan mengatasnamakan Menhan," imbuh Sufmi, dilansir dari laman Kumparan, Senin (25/11). "Karena itu, isi pidato ini kami anggap sebagai pribadi daripada Rektor Unhan."
Memang dalam pidato tersebut, secara tegas Prabowo berharap agar materi tentang pemberontakan dan kekejaman PKI bisa kembali diajarkan kepada siswa-siswi di sekolah. Hal ini dilakukan berkaitan dengan bahaya laten paham komunis. Apalagi karena masih banyak negara dengan paham komunis yang siap menyebarkan ideologinya hingga ke Indonesia.
"Ideologi komunis dan gerakan komunisme di Indonesia, patut diduga masih eksis," jelas Tri, menyampaikan isi pidato Prabowo. "Untuk itu kita harus selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya laten komunis."
(wk/elva)