Kala Sri Mulyani Curhat Dana BLT Tak Tepat Sasaran, Ada yang Dipakai DP Motor
Nasional

Perancangan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang 'super kilat' membuat jumlah nominal yang didapatkan oleh masing-masing keluarga tidaklah sama bahkan ada yang bisa dipakai untuk DP motor.

WowKeren - Menteri Keuangan Sri Mulyani berbicara mengenai Bantuan Langsung Tunai (BLT). Ia membeberkan kondisi ketika BLT dirancang pertama kali untuk mendukung konsumsi rakyat.

BLT sendiri adalah program pendanaan penjaring sosial untuk masyarakat miskin, yang berjalan pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kala itu, BLT dirancang dengan super kilat mengingat kondisi di Indonesia dihadapkan pada ancaman kritis.

Sekitar tahun 2005-2006, Indonesia dihadapkan pada kenaikan harga minyak mentah yang kian tajam. Sehingga hal ini berbuntut pada kenaikan tarif listrik, BBM, dan harga-harga kebutuhan di pasar.

"Pemerintah udah mulai menyusun dan mengembangkan program BLT pada masyarakat miskin," kata Sri di Jakarta, Rabu (11/12). "Program itu didesain dalam waktu yang sangat singkat."


Alhasil, penyaluran BLT pun menjadi kurang tepat sasaran. Selain itu, jumlah nominal yang diterima oleh keluarga satu dengan yang lainnya tidaklah sama. Ironisnya, ada yang mengaku bahwa BLT yang didapat dari pemerintah dipakai untuk membeli sepeda motor.

"Ada gesekan antar tetangga karena jumlahnya berbeda," jelas mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut. "Bahkan ada yang dengan bangganya mengatakan uang yang dia dapatkan dari BLT digunakan untuk membayar DP Kredit motor."

Adapun perbedaan jumlah nominal yang didapatkan oleh tiap-tiap keluarga dikarenakan pada waktu itu pemerintah belum memiliki database penduduk miskin yang sesuai kondisi di lapangan. Pemerintah pusat hanya mengandalkan data yang berasal dari lapisan terbawah pemerintah daerah.

Ia melanjutkan bahwa di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo ini akan terus diupayakan untuk memutus rantai kemiskinan. Hal itu dilakukan dengan program jaring pengaman sosial yang terus dikembangkan, misalnya dengan Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, Kartu Pekerja, hingga Kartu Sembako.

"Kita akan terus beri dukungan untuk memutus rantai kemiskinan," papar Sri. "Memutus rantai kemiskinan itu misi penting dari social safety nett sehingga anak-anak miskin nggak akan terjebak jadi miskin juga."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait